Apakah Anak Sindroma Down Selalu Hiperaktif?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 28 Mar 2018 15:14 WIB
kesehatan anakdown syndrome
Apakah Anak Sindroma Down Selalu Hiperaktif?
Salah satu cara untuk bisa mengontrol perilaku hiperaktif pada SD adalah dengan memberikan terapi sebagai bentuk stimulasi. (Foto: Bekah Russom/Unsplash.com)

Jakarta: Banyak orang beranggapan bahwa anak dengan kebutuhan khusus Sindroma Down (SD) cenderung bersifat hiperaktif. Benarkah demikian?

"Tidak semua anak demikian. Ada yang iya, tapi ada juga yang tidak," jawab Ketua Umum Ikatan Dokter Anak (IDAI) Jakarta Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K) dalam acara peringatan Hari Sindroma Down Sedunia 2018, Rabu 28 Maret 2018. 

Di satu sisi, ahli rehabilitasi medik dr. Luh K. Wahyuni, SpRM(K) menganggap bahwa definisi hiperaktif bagi tiap orang tak sama. 

"Misalnya, anak sering melempar barang, dibilang hiperaktif. Padahal bisa saja itu memang masa dimana kemampuan motorik anak berkembang," tukasnya pada kesempatan yang sama.


(Salah satu cara untuk bisa mengontrol perilaku hiperaktif pada SD adalah dengan memberikan terapi sebagai bentuk stimulasi. Foto: Joseph Gonzalez/Unsplash.com)

(Baca juga: Pentingnya Terapi Sejak Dini Bagi Penderita Sindroma Down)

Menurutnya, aktivitas fisik yang terlalu aktif pada anak SD sering dianggap sebagai Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Padahal, hal itu bisa saja dianggap biasa pada anak normal. 

Salah satu cara untuk bisa mengontrol perilaku hiperaktif pada SD adalah dengan memberikan terapi sebagai bentuk stimulasi. 

SD terjadi pada mereka yang mengalami kelainan kromosom, yaitu kromosom 21, dimana jumlah kromosom yang seharusnya sepasang, berlebih. 

Umumnya, beberapa masalah terkait dengan sindrom terdapat pada penglihatan, pendengaran, kelainan jantung, masalah infeksi dan daya tahan tubuh, keterlambatan perkembangan, serta disabilitas intelektual.







(TIN)