Stres Berat Dapat Menyebabkan Autoimun?

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 20 Jun 2018 11:58 WIB
kesehatanpenyakit autoimun
Stres Berat Dapat Menyebabkan Autoimun?
Para peneliti menemukan, stres sangat berkaitan dengan risiko 36 persen lebih besar mengembangkan 41 penyakit autoimun. (Foto: Brooke Cagle/Unsplash.com)

Jakarta: Stres merupakan salah satu hal yang harus dihindari. Sebab, beban pikiran terlalu berat dapat memengaruhi kesehatan tubuh.

Salah satu hasil penelitian baru menyebutkan, stres berat dapat meningkatkan kemungkinan penyakit autoimun, kondisi dimana kekebalan badan mengalami gangguan dan menyerang jaringan tubuh itu sendiri.

"Pasien yang menderita reaksi emosional yang parah setelah trauma atau stres hidup lainnya harus mencari perawatan medis karena risiko kronisitas gejala-gejala ini dan dengan demikian penurunan kesehatan lebih lanjut, seperti peningkatan risiko penyakit autoimun," kata peneliti utama dari Universitas Islandia di Reykjavik, Dr Huan Song, saat dikutip dari WebMD.

Para peneliti menemukan, stres sangat berkaitan dengan risiko 36 persen lebih besar mengembangkan 41 penyakit autoimun, termasuk rematik (rheumatoid arthritis), peradangan kronis (psoriasis), radang usus (crohn) dan reaksi negatif usus saat mengonsumsi gluten (celiac).


(Salah satu hasil penelitian baru menyebutkan, stres berat dapat meningkatkan kemungkinan penyakit autoimun. Foto: Alec Douglas/Unsplash.com)

(Baca juga: Tanda-tanda Stres Sudah di Luar Kendali)

Meski memiliki hubungan, Song menyebutkan bahwa penelitian ini tidak untuk membuktikan. Sebab, penelitian yang dilakukan oleh timnya bersifat observasional, yaitu menganalisa data pasien di Swedia yang didiagnosis dengan gangguan stres dari 1981 hingga 2013. 

Selain itu, Song menyebutkan bahwa untuk mengobati penyakit autoimun dapat dilakukan dengan mengurangi beban pikiran. Sekarang ada beberapa perawatan yang bisa diterapkan, baik pengobatan dan pendekatan perilaku kognitif.

"Misalnya, mengobati pasien yang menderita gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dengan antidepresan seperti inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) dapat membantu menurunkan risiko untuk penyakit autoimun, terutama ketika diambil pada tahun pertama setelah diagnosis," ungkap Song. Laporan itu diterbitkan 19 Juni diJournal of American Medical Association.




(TIN)