Kulit Kering Tak Wajar? Waspadai Tanda 3 Penyakit Ini

Nia Deviyana    •    Jumat, 16 Jun 2017 09:00 WIB
kesehatan kulit
Kulit Kering Tak Wajar? Waspadai Tanda 3 Penyakit Ini
(Foto: Cosmetiqo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kulit kering biasanya tak berbahaya dan mudah diatasi dengan pelembab. Namun, bagaimana jika kulit tetap kering meskipun Anda sudah mengaplikasikan pelembab? Hal inilah yang harus diwaspadai.

Dilansir dari Prevention, kulit yang kering secara tidak wajar mengindikasikan tubuh yang tidak sehat. Berikut ini, ada beberapa penyakit yang gejalanya ditandai dengan kulit kering.

1. Diabetes

Dermatolog Helene Rosenzweig, MD menjelaskan, saat gula darah melonjak, tubuh akan kehilangan cairan lebih cepat sehingga kulit menjadi dehidrasi. Diabetes juga dapat mengganggu kemampuan berkeringat secara normal, dan mengurangi jumlah kelembaban pada kulit.

Jika keadaan semakin memburuk, kulit yang pecah-pecah menjadi sangat rentan terhadap bakteri yang mengonsumsi glukosa. Anda pun menjadi rentan terkena infeksi berbahaya.

Tanda lain dari diabetes juga bisa dilihat dari gejala mudah haus, sering buang air kecil, dan merasa lebih lapar dari biasanya. Kelelahan dan kaburnya penglihatan juga sering terjadi seiring parahnya diabetes. Segera periksa kadar gula darah jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut.

2. Ada masalah pada kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang dapat menjaga sel tubuh tetap sehat. Kekurangan hormon ini menyebabkan beberapa masalah seperti tubuh merasa kedinginan, pelupa, depresi, dan sembelit. Dan karena hormon tiroid memiliki reseptor di kulit, kekurangan hormon tiroid membuat kulit menjadi kering, kasar, dan bersisik.

Mengatasi gangguan tiroid harus didukung perubahan gaya hidup, seperti lebih banyak mengonsumsi makanan beryodium, selenium, dan zick.

3. Gangguan ginjal

Lebih dari 26 juta orang dewasa mengalami gangguan pada ginjal, dan sebagian besar tak menyadarinya. Terutama karena gejalanya mencakup kelelahan, sulit berkonsentrasi dan tidur, frekuensi buang air kecil meningkat, dan kaki bengkak sehingga sering dikaitkan dengan kondisi lain.


(DEV)