Tabir Surya Berbahan DNA Membuat Kulit Semakin Terjaga

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 05 Aug 2017 13:00 WIB
kesehatan kulit
Tabir Surya Berbahan DNA Membuat Kulit Semakin Terjaga
Tabir Surya Berbahan DNA Membuat Kulit Semakin Terjaga (Foto: istock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Para peneliti telah mengembangkan pelapis terbuat dari DNA yang dapat bekerja sebagai tabir surya untuk menyediakan proteksi kulit yang lebih baik dari sinar ultraviolet (UV) dan menjaga kulit tetap terhidrasi.

"Sinar UV dapat merusak DNA dan hal itu tak baik pada kulit," ujar Guy German, asisten profesor di Binghamton University, New York.

"Kemudian kami berpikir, coba diputar. Apa yang terjadi jika kita menggunakan DNA sebagai lapisan yang dikorbankan? Jadi, daripada merusak DNA lewat kulit, kami merusak sebuah lapisan pada bagian teratas kulit," tambahnya.

Tabir surya tersebut dibuat dari selaput DNA kristal yang tipis dan tembus pandang yang telah diradiasi dengan sinar UV. Hasilnya, semakin terpapar sinar UV, sebaik baik penyerapan selaput tersebut.

"Artinya, jika Anda menggunakannya sebagai tabir surya, semakin lama Anda bisa berjemur di pantai, dan semakin baik fungsinya sebagai tabir surya," terangnya.

Selain itu, pelapis DNA juga bersifat higroskopik, artinya kulit yang dilapisi selaput DNA dapat menyimpan dan menahan air lebih banyak dibandingkan kulit yang tak dilapisi.

Saat diaplikasikan pada kulut manusia, selaput tersebut mampu memperlambat evaporasi air dan menjaga lapisan tetap terhidrasi dalam periode yang lebih lama.

"Tak hanya bisa melembabkan dan sebagai tabir surya secara langsung, namun ini juga tembus pandang dan mencegah kerusakan lapisan dari matahari, menjaga kulit tetap terhidrasi, dan kami rasa bisa melapisi luka dalam lingkungan ekstrem," paparnya.


 


(ELG)