Elektroakupunktur Berguna Atasi Sembelit

Nia Deviyana    •    Rabu, 14 Sep 2016 15:38 WIB
studi kesehatan
Elektroakupunktur Berguna Atasi Sembelit
(Foto: Wikimedia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Akupunktur merupakan pengobatan tradisional Tiongkok yang memiliki manfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Salah satunya sembelit kronis.

Hal tersebut juga diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan belum lama ini. Namun, jenis yang diaplikasikan adalah akupunktur modern, dikenal dengan elektroakupunktur.

Akupunktur ini melibatkan stimulasi listrik. Partisipan yang diteliti tercatat mengalami peningkatan kualitas kesehatan setelah delapan minggu menjalani terapi ini.

"Elektroakupunktur menggunakan jarum tipis yang ditancapkan ke bawah kulit di lapisan otot dinding perut. Benda tersebut kemudian akan mengirimkan energi listrik ke dalam tubuh." jelas peneliti seperti dikutip Web MD.

Penelitian melibatkan pasien sembelit kronis, yang kesulitan buang air besar (BAB). Salah satu cirinya, tidak BAB lebih dari dua kali dalam seminggu.

BAB dikategorikan normal jika terjadi 3 kali dalam sehari, atau 3 kali dalam seminggu.

(Baca: Amankah Akupunktur bagi Ibu Hamil?)

Setelah menjalani terapi ini, 31 persen pasien berhasil meningkatkan frekuensi BAB menjadi lebih dari tiga kali dalam seminggu. Hanya 12 persen pasien yang menerima terapi ini, yang berhasil BAB setiap hari.

"Kami cukup terkejut dengan hasil penelitiaan ini," kata Dr Jia (Marie) Liu dari China Academy of Chinese Medical Science di Beijing, penulis studi tersebut.

Perlu dicatat, terapi ini tidak langsung bekerja. Pada partisipan, butuh waktu delapan minggu untuk melihat efek positif dari terapi tersebut.

Dr Daniel Hsu, pakar akupunktur di New York City menjelaskan, akupunktur--baik tradisional maupun dengan simulasi listrik--bekerja dengan dua cara.


"Akupunktur membuat tubuh melepaskan penghilang rasa sakit secara alami. dan membantu tubuh menenangkan sistem saraf," jelasnya.
Stres tertentu dapat memengaruhi pencernaan, dan mengakibatkan sembelit. Akupunktur membantu menormalkan kembali kerja organ tubuh.

Kelemahan akupunktur adalah hasilnya yang lama, sehingga pasien harus menjalani terapi selama berminggu-minggu. Ada kalanya, hal ini membuat pasien bosan dan tidak mau melanjutkan terapi.





(DEV)