Dinilai Kurang Perhatikan Pasien Daerah, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 07 Sep 2016 19:11 WIB
bpjs kesehatan
Dinilai Kurang Perhatikan Pasien Daerah, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan
Sejumlah peserta antre untuk melakukan pendaftaran dan pembaruan data di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan KCU Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/7). Foto: Antara/Risyal Hidayat

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam acara diskusi panel 'Bagaimana Implementasi JKN dalam Penjaminan Pelayanan kepada Pasien Kanker Anak dan Kanker Payudara', banyak peserta menilai BPJS Kesehatan memerlakukan pasien daerah secara tak adil.

Bagaimana tanggapan perwakilan BPJS?

"Kebanyakan kendala di masalah sistem pelayanan di mana setiap pasien membutukan perhatian khusus. Oleh karena itu kita akan  tindak lanjuti dengan mengadakan pertemuan dengan stakeholder untuk berikan kualitas terbaik," ungkap dr. Maya A. Rusady, M. Kes, AAK, direktur Pelayanan BPJS Kesehatan dalam kesempatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa sistem pelayanan yang diberlakukan sama di setiap daerah. Namun untuk fasilitas kesehatan yang tak tersedia di daerah pelosok dan perlu dirujuk ke kota besar, dr. Maya mengaku bahwa hal tersebut di luar ranah BPJS karena disini BPJS bertindak sebagai penjamin dan pembayar.

Oleh karena itu, agar bisa memberikan yang terbaik pada pada pengguna BPJS, dr. Maya mengungkapkan perlu adanya kesadaran semua pihak untuk menjaga program tersebut agar terus berlanjut.

"Better access, better quality, better cost. Perlu perbaikan pada tiga hal ini," ujarnya.

Beberapa bentuk dari perbaikan kualitas dimana perlunya persamaan persepsi terhadap program JKN dari para pelayan kesehatan perlu ditingkatkan.


"Beberapa dokter atau suster ada yang tak tahu, padahal ini kan aturan di mana kami telah melakukan kontrak dengan manajemen rumah sakit sehingga seluruh jajaran harus komitmen, termasuk mengetahui tentang penjaminan prosedur pelayanan," terangnya.

(Baca: Kini, Iuran BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Bisa Sekali Bayar)

Selain itu, manajemen biaya pun harus dilakukan secara efektif.

"Tindakan yang seharusnya tak perlu dilakukan malah dilakukan. Kemudian ada pasien yang seharusnya belum diperbolehkan pulang, malah diperbolehkan pulang lalu malah kembali lagi nanti. Hal itu membuat biaya semakin menambah," tambahnya.

Mengenai akses, upaya perluasan dan penambahan fasilitas kesehatan di daerah tengah dilakukan pihak BPJS dengan beberapa instansi terkait, seperti pemerintah pusat dan pemerintah daerah.


"Rencananya, akan dibuat 14 rumah sakit rujukan yang tersebar di beberapa daerah ssehingga tak harus ke Jawa sebagai sentral, tapi bisa di region masing-masing," jelasnya.



Defisit, BPJS Watch: Perlu Evaluasi Sistem Hingga Direksi BPJS


(DEV)