Terlalu Sering Mimpi Buruk Harus Diobati

Dhaifurrakhman Abas    •    Kamis, 27 Dec 2018 11:13 WIB
kesehatan
Terlalu Sering Mimpi Buruk Harus Diobati
jika mimpi buruk mulai sering mengunjungi tidur malam Anda, itu bisa menjadi tanda masalah kesehatan. (Foto Ilustrasi: Kinga Cichewicz/Unsplash.com)

Jakarta: Rasanya setiap orang pernah mengalami mimpi buruk. Entah itu bermimpi sedang sekarat atau melihat hal-hal yang mengerikan.

Mimpi buruk diklasifikasikan sebagai urutan mimpi yang tampak realistis dan sering membangunkan orang yang mengalaminya. Ini merupakan pengalaman yang kompleks, yang secara normal bisa terjadi satu kali dalam seminggu.

Tetapi jika mimpi buruk mulai sering mengunjungi tidur malam Anda, itu bisa menjadi tanda masalah kesehatan. Dokter spesialis tidur atau pakar tidur, Bill Fish, menyebutkan secara khusus mimpi buruk dapat menjadi indikator masalah kesehatan mental. Seperti kecemasan dan gangguan stres pasca-trauma dan depresi.

"Jika seseorang sering mengalami mimpi buruk, maka itu tidak normal dan itu jadi sesuatu yang harus diobati," kata Fish, mengutip CNN.

Diperkirakan mimpi buruk mengakibatkan 2 hingga 8 persen orang dewasa tidak bisa beristirahat karena mendapatkan mimpi yang mengerikan. Ini menyebabkan kekacauan pada pola tidur mereka.

Sementara itu ahli kesehatan, Neil Greenberg, bilang mimpi buruk adalah gejala inti PTSD. Merupakan gangguan yang ditandai dengan kegagalan untuk pulih setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengerikan. 

Pikiran kesulitan berhadapan dengan peristiwa traumatis membuat ketidakmampuan orang untuk memprosesnya. Alhasil, secara tidak sadar pikiran orang itu mencoba keras memahaminya bahkan ketika tertidur. 

"Jadi yang terjadi adalah pikiran mereka secara tidak sadar mencoba bermain-main dengan mereka, mencoba memahami mereka," ujar Greenberg yang juga profesor kesehatan mental di King's College London.

Meski begitu, tidak semua mimpi buruk merupakan indikasi masalah kesehatan mental. Greenberg bilang mimpi buruk juga harus dilihat berdasarkan gejala-gejala lainnya, semisal masalah pernapasan pada penderita asma.

Waspada Penyakit Lambung



(FIR)