Lima Kebiasaan Makan Ini Dapat Tingkatkan Risiko Diabetes

Torie Natalova    •    Jumat, 09 Feb 2018 16:04 WIB
kesehatandiabetes
Lima Kebiasaan Makan Ini Dapat Tingkatkan Risiko Diabetes
Untuk memastikan setiap makanan seimbang, isi setengah piring dengan sayuran hijau, lalu sisanya dengan protein dan biji-bijian. (Foto: Monika Grabkowska/Unsplash.com)

Jakarta: Diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin yang terjadi saat tubuh tidak dapat dengan benar menggunakan insulin. Insulin adalah hormon yang mengontrol kadar gula darah.

Ada sejumlah hal yang bisa menyebabkan sel penghasil insulin menjadi kelelahan dan gagal. Penyebab utamanya seperti tidak aktif bergerak, obesitas, merokok, mengonsumsi terlalu banyak alkohol, dan rutin mengonsumsi makanan dengan kadar glisemik tinggi yang meningkatkan gula darah.

Namun, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa kebiasaan mereka sehari-hari juga dapat meningkatkan risiko diabetes. Seperti lima kebiasaan berikut ini yang mungkin tampak tidak berbahaya, tapi sebenarnya dapat memicu diabetes.

1. Hanya makan sayuran bertepung
Memang bagus jika Anda memasukkan sayuran dalam makanan sehari-hari. Namun, yang terbaik adalah tidak memasangkan sayuran bertepung dengan makanan tinggi karbohidrat, misalnya nasi dengan ubi jalar, jagung atau kacang polong. Untuk memastikan setiap makanan seimbang, isi setengah piring dengan sayuran hijau, lalu sisanya dengan protein dan biji-bijian atau sayuran bertepung.


(Untuk memastikan setiap makanan seimbang, isi setengah piring dengan sayuran hijau, lalu sisanya dengan protein dan biji-bijian. Foto: Monika Grabkowska/Unsplash.com)

(Baca juga: Cara Mudah Mencegah Penyakit Diabetes)

2. Sering ngemil buah-buahan kering
Ini mungkin sering dianggap makanan ringan yang sehat. Tapi seperti dilansir dari lama Prevention.com, buah kering menyebabkan lonjakan gula darah dan tidak mencegah rasa lapar seperti buah-buahan segar. Serat dalam buah yang dikeringkan kebanyakan sudah berkurang banyak dari aslinya. Padahal serat penting untuk membantu mengatur gula darah.

3. Tidak sering makan kacang
Lemak tak jenuh ganda yang sehat ditemukan pada kacang dan biji yang dipercaya dapat membantu mencegah diabetes tipe 2 dengan meningkatkan sensitivitas insulin. Terlebih lagi kenari yang dapat mengaktifkan bagian otak yang terlibat dalam pengendalian nafsu makan.

4. Terlalu banyak daging merah
Masih dalam laman yang sama disebutkan bahwa meski daging merah biasanya terkait dengan risiko penyakit jantung, ada bukti penelitian yang mengatakan bahwa memakannya meski dalam jumlah kecil dapat meningkatkan risiko diabetes sebesar 19 persen. Meski peneliti tidak yakin bagaimana daging merah dapat meningkatkan risiko diabetes, kandungan zat besinya yang tinggi dapat berperan merusak sel penghasil insulin. 

5. Sering membeli makanan olahan
Meta analisis Harvard School of Public Health menemukan bahwa mengonsumsi daging olahan setiap hari meningkatkan risiko diabetes sebesar 51 persen. Tingginya kadar pengawet dan garam dalam daging olahan seperti yang ditulis oleh Kelsey Kloss dalam "5 Diet Habits You Never Knew Could Raise Your Diabetes Risk" ini mungkin berperan dalam kondisi ini.









(TIN)