3 Penyebab Bayi Lahir Prematur Saat Kehamilan

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 14 Nov 2017 17:38 WIB
3 Penyebab Bayi Lahir Prematur Saat Kehamilan
Prematur artinya usia kandungan di bawah 37 minggu. Tidak dicampuradukkan dengan BBL dengan usia gestasi. (Foto: Michal Bar Haim/Unsplash.com)

Jakarta: Sebanyak 15 persen kehamilan di Indonesia terlahir dengan prematur. Artinya, terdapat sekitar 500-600 ribu bayi yang lahir di bawah usia 37 minggu dalam setahun.

Hal tersebut diungkapkan oleh dokter anak DR. dr.  Rinawati Rohsiswatmo, SpA (K), yang juga menekankan bahwa usia gestasi tak selalu memengaruhi berat badan lahir (BBL).

"Prematur artinya usia kandungan di bawah 37 minggu. Jangan campur adukkan BBL dengan usia gestasi karena bisa saja usia gestasi pas namun BBL rendah," ujar Staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo tersebut dalam temu media Hari Prematuritas Sedunia: Mengungkap Teknologi Terkini untuk Menekan Angka Kematian Bayi di Indonesia, Selasa (14/11/2017).



Menurutnya, terdapat tiga penyebab kelahiran prematur yaitu dari ibu, bayi, dan plasenta.

(Baca juga: 8 Risiko Mengintai Bayi yang Lahir Prematur)

Pertama, terkait kondisi kesehatan ibu yang membahayakan, misalnya tekanan darah yang tinggi dimana akan berdampak buruk pada ibu maupun sang bayi nantinya. Oleh karena itu, kelahiran dini menjadi pilihan.

Kemudian, faktor bayi pun berpengaruh. Salah satu contohnya adalah jumlah bayi yang banyak sehingga ruang dalam perut semakin sempit dan justru tak baik bagi bayi.

Selain itu, bayi yang tak mengalami perkembangan dalam janin, misalnya berat badan tak bertambah, namun air ketuban semakin sedikit juga akan membahayakan bayi. Inilah salah satu alasan mengapa terjadi kelahiran prematur.

Terakhir, plasenta yang merupakan penghubung antara ibu dan bayi juga bisa memicu kelahiran prematur jika mengalami masalah seperti pengapuran dimana hal tersebut akan memberi dampak terhambatnya penyaluran nutrisi pada bayi.

Indonesia menduduki peringkat kelima dalam hal kelahiran prematur terbesar di dunia, setelah China, India, Nigeria, dan Pakistan; dengan persentase 22 kelahiran prematur dari 1000 kelahiran.








(TIN)