Ini Lima Cara Sederhana untuk Prediksi Kesehatan Jantung Anda

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 17 Nov 2017 11:43 WIB
Ini Lima Cara Sederhana untuk Prediksi Kesehatan Jantung Anda
Ada lima komponen yang bisa dijadikan acuan untuk melihat kesehatan jantung. (Foto: Coutesy of WordPress.com)

Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan, untuk mengetahui kesehatan jantung tidak perlu lagi melalui tes medis. Ada lima komponen yang bisa dijadikan acuan untuk melihat kesehatan jantung, yaitu tekanan darah, olahraga, indeks massa tubuh, makan buah dan sayuran, serta konsumsi rokok.

Valentin Fuster, MD, PhD, kepala dokter di The Mount Sinai Hospital dan salah satu peneliti studi menyebutkan, keakuratan lima faktor dinilai hampir sama dengan tes darah untuk mengukur kolesterol dan kadar gula darah.

"Lima faktor risiko tersebut membawa beberapa persilangan dengan apa yang kami ukur dalam darah. Aku tidak akan mengatakan itu 100 persen akurat tetapi sangat-sangat dekat," kata Fuster saat dikutip dari Webmd.com, Jumat, 17 November 2017.

Dalam penelitiannya, Fuster bersama tim melihat hampir 4.000 pekerja kantor di Madrid yang usia 40-54 yang bebas dari penyakit jantung. Peneliti pun membandingkan lima faktor yang disebut dengan Skor Fuster-BEWAT dengan indeks kesehatan kardiovaskular Ideal atau ICHS sesuai rekomendasi yaitu 20 persen.


(Dalam penelitiannya, Fuster bersama tim melihat hampir 4.000 pekerja kantor di Madrid yang usia 40-54 yang bebas dari penyakit jantung. Foto: Alexander Redl/Unsplash.com)

(Baca juga: 7 Tanda Serangan Jantung yang Sering Diabaikan Wanita)

Berikut ukuran ideal kelima faktor tesebut, yaitu:

- Memiliki tekanan darah di bawah 120/80

- Memiliki indeks massa tubuh (BMI) di bawah 25

- Makan lebih dari 4 porsi buah dan sayuran setiap hari

- Latihan olahraga untuk 150 menit atau lebih dalam seminggu, atau keras selama 75 menit atau lebih

- Tidak merokok atau dalam satu tahun terakhir

Fuster menyebutkan, lima indikator tersebut dapat membantu dokter, khususnya di lokasi dengan layanan yang terbatas serta mengevaluasi kesehatan pasien agar cepat mendapatkan penanganan cepat dan mudah.

Hasil temuan ini pun didukung oleh Edward Fisher, MD, PhD, Direktur Center for the Prevention of Cardiovascular Disease di New York University School of Medicine. Menurutnya, temuan ini sangat mengesankan. 








(TIN)