Waspadai Kanker Esofagus, Jangan Remehkan Penyakit Gusi

Anindya Legia Putri    •    Kamis, 07 Dec 2017 17:40 WIB
studi kesehatan
Waspadai Kanker Esofagus, Jangan Remehkan Penyakit Gusi
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sakit gigi dapat menurunkan produktivitas. Lebih parahnya, gangguan pada gigi dan mulut dapat menyebabkan penyakit serius. Sebuah studi baru menemukan bahwa beberapa bakteri yang menyebabkan penyakit gusi dan meningkatkan risiko kanker kerongkongan atau kanker esofagus. Kanker esofagus merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan abnormal jaringan epitel pada kerongkongan.

Peneliti telah melakukan riset pada 122.000 orang di AS untuk kasus ini. Para peneliti menemukan bahwa dua spesies bakteri yang terkait dengan penyakit gusi dapat meningkatkan risiko kanker.

Lalu, apa sebenarnya kanker tenggorokan itu? Kanker esofagus adalah kanker dari tuba yang mengalir dari tenggorokan ke perut (kerongkongan).

“Kanker esofagus adalah kanker kedelapan yang paling umum dan menjadi penyebab utama keenam kematian akibat kanker di seluruh dunia,” ungkap Jiyoung Ahn, Associate Professor di New York University (NYU) School of Medicine.

Salah satu bagian terburuk dari penyakit ini adalah tidak disadari hingga mencapai stadium lanjut. Adapun tingkat ketahanan hidup penderita penyakit ini lima tahun, namun hanya terjadi pada 15 hingga 25 persen di seluruh dunia.

Kanker esofagus adalah kanker yang sangat fatal. Jenis kanker esofagus yang paling umum adalah kerongkongan adenokarsinoma esofagus (EAC) dan karsinoma sel skuamosa esofagus (ESCC).

Para peneliti menemukan bahwa tingkat yang lebih tinggi dari bakteri Tannerella forsythia dikaitkan dengan 21 persen peningkatan risiko EAC. Bakteri Porphyromonas gingivalis dikaitkan dengan risiko ESCC yang lebih tinggi.

Kedua spesies bakteri ini terkait dengan penyakit gusi yang umum. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa beberapa jenis bakteri mulut dikaitkan dengan risiko kanker kerongkongan yang lebih rendah. Sebagai contoh, bakteri Neisseria dikaitkan dengan risiko EAC yang lebih rendah. Penelitian ini pun telah dipublikasikan di jurnal Cancer Research.

Ada beberapa gejala kanker esofagus, dan  merokok merupakan salah satu penyebab utama.

Kanker esofagus bisa jadi rumit karena tanda dan gejala yang ditampilkan awalnya oleh pasien sepertinya tidak begitu serius. Namun, seseorang perlu berhati-hati jika mengalami masalah menelan, penurunan berat badan tiba-tiba, nyeri dada, gangguan pencernaan atau mulas yang memburuk, dan juga batuk. Ini adalah beberapa gejala umum dari kanker kerongkongan.




(DEV)