Sakit Perut vs Keracunan Makanan, Apa Bedanya?

Raka Lestari    •    Selasa, 02 Jan 2018 15:47 WIB
kesehatan
Sakit Perut vs Keracunan Makanan, Apa Bedanya?
Ilustrasi.MTVN

Jakarta: Anda merasa perut Anda sakit dan terasa mual. Apakah itu sakit perut biasa atau Anda terkena racun makanan? Mencari tahu perbedaan antara keduanya mungkin cukup sulit karena mungkin saja Anda tidak menyadari bahwa Anda telah berhubungan dengan seseorang yang sedang sakit, kata Rabia De Latour, MD, ahli gastroenterologi di NYU Langone Health.

Gejala keracunan makanan akan muncul dalam waktu 1-8 jam setelah Anda makan, sedangkan jika Anda mengalami sakit perut gejalanya tidak akan terlihat sampai antara 24 hingga 48 jam ketika Anda berada di sekitar orang yang bisa menularkan sakit perut Anda tersebut. "Ada masa inkubasi pada kasus sakit perut," kata De Latour.

Begitu gejala muncul, antara sakit perut dan keracunan makanan terlihat hampir identik: sakit perut, mual, muntah, dan diare. 

(Baca juga: Cara Alami Atasi Sakit Perut)

"Tapi ada satu tanda khusus bahwa Anda mengalami keracunan makanan yang serius yaitu terjadi demam tinggi atau ada darah pada kotoran Anda," kata Neal Shipley, MD, direktur medis Northwell Health-GoHealth Urgent Care.


("Sakit perut disebabkan oleh virus, sedangkan keracunan makanan bisa berasal dari virus, bakteri, atau parasit," kata Dr De Latour ahli gastroenterologi di NYU Langone Health. Foto: Cha Jamp/Shutterstock)

"Penyakit yang disebabkan virus biasanya kurang agresif," katanya. Temui dokter jika Anda demam tinggi atau muntah berdarah atau tinja, atau gejala Anda tidak membaik dalam dua hari.

"Jika orang lain yang juga makan bersama memiliki masalah perut yang sama, ada kemungkinan Anda semua mengalami keracunan makanan," kata Dr De Latour.

Antara sakit perut atau keracunan makanan diobati dengan cara yang sama yaitu dengan banyak minum air putih dan makan makanan yang lembut. 

"Sakit perut disebabkan oleh virus, sedangkan keracunan makanan bisa berasal dari virus, bakteri, atau parasit," kata Dr De Latour. Dr Shipley mengatakan bahwa jika Anda sakit perut, menggunakan antibiotik yang hanya melawan bakteri tidak akan membantu sama sekali.

Pesan Dr De Latour adalah sering mencuci tangan dapat mencegah sakit perut dan keracunan makanan. Anda juga dapat menjaga kuman orang sakit masuk ke dalam tubuh Anda sendiri dan menghindari makanan yang terkontaminasi silang saat memasak.









(TIN)