Bakteri Lebih Rentan Berkembang Saat Haid

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 06 Oct 2016 14:48 WIB
kesehatan dan produktivitas
Bakteri Lebih Rentan Berkembang Saat Haid
Ganti pembalut setiap 3-4 jam sekali untuk menghindari kelembabab pada organ intim wanita. (Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Haid merupakan salah satu siklus yang dilalui setiap wanita yang umumnya terjadi sebulan sekali. Namun tahukah Anda pada periode ini infeksi rentan terjadi?

Saat haid, jumlah bakteri buruk di daerah kewanitaan bertambah karena tingkat keasaman pH juga meningkat akibat darah yang dikeluarkan. Oleh karena itu, kontaminasi bakteri yang terjadi tersebut dapat menimbulkan vaginitas dengan gejala gatal, rasa terbakar, iritasi, bau tak sedap, hingga keputihan. 

Selain itu, lendir pembatas atau cairan mukus serviks pada leher rahim pun berkurang karena diluruhkan atau diencerkan agar darah haid bisa mengalir keluar.

(Baca juga: Cara Menjaga Kebersihan Seksual untuk Hindari Penyakit)

Selain itu, ekosistem bakteri dalam daerah kewanitaan yang biasa disebut flora vagina, dimana tumbuh berbagai jenis bakteri baik jahat maupun baik, pun menjadi tak stabil dimana bakteri buruk bisa mendominasi dan menyebabkan infeksi.

Kontaminasi bakteri juga bisa terjadi bisa seseorang mengalami siklus haid dua arah atau retrograde menstruation.

"Siklus dua arah bisa terjadi bila sel darah atau jaringan yang seharusnya terbuang ke vagina, mengalir kembali ke leher rahim dan tuba falopi," tukas dr. Liva Wijaya, SpOG, spesialis kedokteran obstetri dan ginekologi dalam acara media workshop It's Better To Be Protected In Your Red Days, Kamis (6/10/2016).

Kondisi tersebut membuat mikroorganisme atau bakteri yang seharusnya atas ke bawah, menjadi berbalik sehingga penyebaran bakteri menjadi semakin tinggi saat haid.

"Ini adalah salah satu penyebab banyaknya kasus infeksi saluran kemih atau kelamin terjadi saat haid," tambahnya.

Oleh karena itu, dr. Liva menyarankan untuk selalu menjaga kebersihan dari daerah kewanitaan pada periode tersebut dengan cara mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali untuk menghindari kelembabab pada organ intim wanita.

Selain itu, para wanita juga dianjurkan untuk membersihkan organ wanita secara teratur dengan cara membasuh organ intim dari depan ke belakang, dan pastikan organ tersebut kering saat selesai buang air besar. 






(TIN)