Lima Alasan Pentingnya Menangis pada Bayi

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 11 Jul 2018 17:58 WIB
psikologiperkembangan anak
Lima Alasan Pentingnya Menangis pada Bayi
Berikut adalah beberapa alasan bahwa menangis adalah pertanda bahwa kesehatan dan kesejahteraan si kecil dalam keadaan baik menurut Dr Geetanjali Shah. (Foto: Brytny.com/Unsplash.com)

Jakarta: Banyak orang tua merasa pusing bila bayi mereka menangis. Padahal, tangisan anak bisa meningkatkan ikatan antara ibu dan anak saat menenangkannya. 

Berikut adalah beberapa alasan bahwa menangis adalah pertanda bahwa kesehatan dan kesejahteraan si kecil dalam keadaan baik menurut Dr Geetanjali Shah, konsultan dokter anak yang ditempatkan di Rumah Sakit Ashwini, Mumbai.

1. Pentingnya tangisan pertama
Tangisan pertama tak hanya dinantikan para orang tua, namun juga penting untuk perkembangan anak. 

"Menangis membantu bayi untuk bernapas dan paru-paru terbuka untuk mengambil udara. Meskipun banyak orang tua percaya bahwa menangis akan selalu membantu paru-paru menjadi lebih kuat tetapi hanya pada tangisan pertama. Tangisan selanjutnya kemungkinan pertanda bayi sedih," terang Dr Shah. 

(Baca juga: "Cry It Out" Metode Menenangkan Tangisan Bayi)


(Banyak orang tua merasa pusing bila bayi mereka menangis. Padahal, tangisan anak bisa meningkatkan ikatan antara ibu dan anak saat menenangkannya. Foto: Picsea/Unsplash.com)

2. Sarana komunikasi
Menangis disebabkan oleh berbagai alasan dengan nada yang berbeda. Tiap nada mengindikasi ketidaknyamanan yang berbeda dan membutuhkan perhatian. Semakin lama, orang tua akan mulai memahami jenis komunikasi tersebut. 

"Tangisan bayi akan memberitahu apakah Anda perlu mengecek kenyamanan bayi karena itu adalah bahasa bayi," tukas Dr Shah. 

3. Membantu kesejahteraan psikologis 
Banyak orang tua mendiamkan tangisan bayi dengan tujuan mendisiplinkan, namun faktanya bayi baru lahir lebih membutuhkan perhatian pada bulan-bulan awal. Perhatian tersebut membuat bayi merasa lebih aman karena mendapatkan cinta dan perhatian. 

"Bayi yang tidak diacuhkan akan menjadi diam dan hal tersebut menantang kesejahteraan psikologisnya. Faktanya, diam yang tak wajar bisa jadi pertanda psikologis terganggu."

4. Membantu meregangkan otot
Aktivitas menangis ternyata juga meregangkan otot pada beberapa bagian tubuh. "Tapi itu tidak seperti bayi tidak sering meregangkan badan. Jadi pastikan tangisan itu bukan karena alasan medis atau kolik. Jangan biarkan anak menangis terlalu lama," saran Dr Shah.

5. Melepaskan beban bayi
Tak hanya pada orang dewasa, menangis pun dapat membantu melepakan beban pada bayi. Saat keinginannya tak terpenuhi, bayi pun menangis. 

"Dengarkan bayi Anda ketika dia menangis dan menjelaskan kebutuhan atau keinginannya, terutama balita, dan kemudian bicaralah dan alihkan perhatian mereka. Ini berfungsi untuk memecahkan tantrum dan menyeimbangkan emosi juga," kata Dr Shah.




(TIN)