Benarkah Minum Kopi Bisa Hilangkan Mabuk?

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 10 Jul 2018 11:12 WIB
tips kesehatan
Benarkah Minum Kopi Bisa Hilangkan Mabuk?
(Foto: Aarp)

Jakarta: Pro kontra konsumsi kopi masih diperbincangkan. Salah satunya adalah manfaat kopi dalam mengurangi mabuk. Benarkah demikian?

Profesor Tony Moss dari London South Bank University membantah hal tersebut. Menurutnya, kopi tak membantu menurunkan kadar alkohol dalam darah.

Bahkan, jika Anda menjadi lebih sadar karena kafein, koordinasi tangan, mata, dan kemampuan motorik lainnya akan terpengaruh akibat adanya alkohol dalam tubuh. 

Untuk membuktikan teori tersebut, Moss mengundang lima siswa dimana mereka diminta minum vodka dan tonic yang mengandung cukup alkhol berdasarkan tunggi dan berat individual agar merasa agak mabuk. 

Kemudian, mereka diberikan tes koordinasi tangan-mata sederhana dimana mereka harus memandu lingkaran logam di sekitar kawat tanpa menyentuhnya. Mereka semua gagal menyelesaikan tugas.

Mereka kemudian diberi secangkir kopi supaya merasa lebih sadar, tetapi tetap gagal saat mengulangi tes. 

Moss juga melihat bahwa kadar alkohol dalam darah tak berubah setelah meinum kopi. 

"Minum kopi adalah stimulan yang akan membalikkan perasaan sedikit lelah saat alkohol darah turun. Namun, satu-satunya cara untuk membuat sadar adalah menunggu."

NHS menyebutkan bahwa minum segelas besar anggur (250ml) membutuhkan sekitar tiga jam untuk menurunkan kadar alkohol dalam tubuh, sementara satu pint bir membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Namun, kopi tetap memiliki manfaat bagi tubuh. National Cancer Institute dan National Institutes of Health menemukan bahwa minum kopi berkaitan dengan risiko kematian dini yang lebih rendah.

Bahkan,  minum hingga tujuh cangkir kopi setiap hari dapat menurunkan tingkat kematian hingga 16 persen.  Kadar tersebut dua kali jumlah kafein yang direkomendasikan oleh Badan Standar Makanan Inggris.

Demikian pula, minum delapan cangkir atau lebih per hari dapat menurunkan tingkat kematian hingga 14 persen, sementara mengonsumsi dua hingga lima cangkir mengurangi tingkat kematian dini hingga 12 persen.





(DEV)