Biasakan Cuci Tangan Bantu Cegah Infeksi Penyakit saat Hamil

Torie Natalova    •    Kamis, 04 Oct 2018 10:17 WIB
kehamilan
Biasakan Cuci Tangan Bantu Cegah Infeksi Penyakit saat Hamil
(Foto: Women's Health)

Jakarta: Kehamilan bisa dikatakan sebagai masa-masa berat bagi seorang wanita. Mereka tidak boleh sembarang mengonsumsi makanan, minum sembarang obat, dan melakukan hal-hal yang disukai karena riskan dengan dengan risiko-risiko yang berpotensi membahayakan kehamilan.

Saat hamil, wanita juga rentan terkena virus yang bisa memengaruhi janin. Beberapa infeksi seperti virus rubella dapat menular ke janin melalui plasenta. Bayi yang lahir dengan paparan virus rubella dapat mengalami cacat, kelahiran prematur hingga kematian.

Sulit bagi ibu hamil untuk menghindari infeksi, tapi ada beberapa langkah yang dapat memperkecil dampak serius bagi bayi dan juga ibunya. 

Menjalani perawatan saat hamil sangat penting dilakukan. Misalnya, tes darah sederhana dapat memberikan informasi apakah Anda mengidap infeksi tertentu seperti cacar air, rubella, infeksi kandung kemih, hepatitis B bahkan HIV. Jika Anda terkena infeksi serius atau menjadi sakit, perawatan yang lebih cepat atau tepat waktu dapat membantu mencegah komplikasi kehamilan.

Mencegah tertularnya virus atau infeksi juga dapat dilakukan sendiri dengan membiasakan cuci tangan, tidak berbagi gelas atau peralatan makan, tidak berdekatan dengan kotoran kucing, menggunakan sarung tangan saat berkebun, menjauhi orang yang menderita penyakit menular, ini akan mengurangi risiko Anda sakit.

Menjalani seks yang aman juga akan membantu Anda mengalami infeksi menular seksual. Selain itu, menjaga asupan makanan untuk menghindari infeksi yang ditularkan melalui makanan juga dapat Anda lakukan seperti tidak mengonsumsi makanan tertentu, mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan, memastikan ikan, daging, telur sudah dimasak dengan matang sempurna.

Adapun beberapa infeksi yang rentan mempengaruhi kehamilan seperti vaginosis bakterial, cacar air, chikungunya, klamidia, demam berdarah, flu, gonorea, grup B strep, hepatitis B, herpes, listeriosis, HIV, rubella, infeksi menular seksual, sipilis, toksoplasmosis, infeksi saluran kemih, virus zika.





(DEV)