Keguguran Berulang, Bisa Jadi Pertanda Lupus

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 08 May 2018 15:36 WIB
lupus
Keguguran Berulang, Bisa Jadi Pertanda Lupus
"Keguguran berulang bisa terjadi pada Orang dengan Lupus (ODAPUS) karena adanya sindrom antifosfolifid," tukas ahli penyakit dalam dr. Sumariyono, SpPA-KR dalam temu media, Selasa 8 Mei 2018. (Foto: Soragrit Wongsa/Unsplash.com)

Jakarta: Sebagai penyakit dengan berbagai gejala yang menyerupai penyakit lain, gangguan autoimun memiliki beberapa ciri berulang, misalnya demam atau keguguran.

Lupus adalah penyakit inflamasi sistemik, artinya terjadi peradangan yang bisa terjadi pada semua bagian tubuh. Gangguan tersebut terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang tak tepat.

"Keguguran berulang bisa terjadi pada Orang dengan Lupus (ODAPUS) karena adanya sindrom antifosfolifid," tukas ahli penyakit dalam dr. Sumariyono, SpPA-KR dalam temu media, Selasa 8 Mei 2018.

(Baca juga: Mengenal Lupus, Penyakit yang Diderita Selena Gomez)


(Lupus adalah penyakit inflamasi sistemik, artinya terjadi peradangan yang bisa terjadi pada semua bagian tubuh. Gangguan tersebut terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang tak tepat. Foto: Paola Chaaya/Unsplash.com)

Orang dengan sindrom tersebut cenderung mengalami pembekuan atau penggumpalan darah pada seluruh bagian tubuh, termasuk plasenta. Dengan demikian, akan terjadi gangguan dalam pengaliran nutrisi dari ibu ke janin karena adanya sumbatan dalam plasenta. Inilah alasan mengapa bisa terjadi keguguran.

Olah karena itu, dr. Sumariyono menyarankan agar ODAPUS berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dalam hal kehamilan.

"Harus bisa mengendalikan lupus dulu. Kalau sudah enam bulan terkendali, maka relatif aman untuk hamil," tambahnya.

Ia menekankan, penyakit lupus tak ada hubungannya dengan kesuburan. Namun, memang perlu perhatian khusus dalam menangani kehamilan. Misalnya, asupan steroid yang merupakan obat Lupus yang perlu dikontrol (diberikan seminim mungkin) agar tidak berpengaruh janin.





(TIN)