Jeda dari Media Sosial Bisa Mengurangi Tingkat Stres

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 12 May 2018 17:38 WIB
media sosialstres
Jeda dari Media Sosial Bisa Mengurangi Tingkat Stres
Jeda dari Media Sosial Mengurangi Tingkat Stres (Foto: gettyimages)

Jakarta: Media sosial adalah hal yang tak asing lagi. Tak hanya memberi efek positif, seperti menjalin komunikasi, media sosial juga bisa memberi efek negatif, salah satunya stres. Sebuah studi baru menemukan bahwa lepas dari media sosial Facebook selama kurang dari satu minggu dapat mengurangi stres.

"Jeda Facebook selama lima menit dapat mengurangi tingkat hormon stres, kortisol. Namun kebanyakan dari mereka tak menyadarinya," ujar pemimpin studi Dr. Eric Vanman dari University of Queensland.

Namun, studi tersebut juga menemukan bahwa rehat dari Facebook membuat kesejahteraan berkurang.

"Mereka merasa kurang sejahtera selama lima hari tanpa Facebook. Mereka merasa kekurangan konten dalam hidup karena tidak terkoneksi secara sosial dengan teman-teman di Facebok," tambah Vanman.

Studi yang dipublikasi dalam Journal of Social Psychology tersebut meminta 138 partisipan menjadi dua kelompok: tidak menyentuh Facebook selama lima hari dan tetap menggunakan media sosial tersebut seperti biasan. Sampel liur diambil untuk mengukur kadar kostisol.

Vanman mendapat ide penelitian karena kecenderungannya untuk jeda dari Fecebook sejenak.

"Ketika saya bilang ingin berlibur dari Facebook, ternyata saya tak sendiri. Mereka mengaku bahwa mereka beristirahat sejenak dari Facebook ketika merasa itu membuat stres. Awalnya sebentar, kemudian tak terkoneksi lagi."

Namun, tak sedikit yang kembali bermain media sosial tersebut karena merindukan orang-orang yang berada dalam lingkaran media sosialnya.

"Facebook menjadi perangkat sosial yang penting bagi banyak orang dan jelas memiliki banyak  manfaat, mengingat banyaknya infomasi dan jaringan pertemanan yang bisa didapat," tukasnya.

Namun, ia menekankan bisa jadi mereka yang jeda karena stres kembali melihat Facebook dan merasa tak senang karena sudah tak mengerti apa yang lingkaran pertemanan mereka. Hal itu akan semakin membuat mereka stres. Kemudian, mereka enggan membuka Facebook dan siklus itu terus berulang.


(ELG)