Benarkah Pria Lebih Cepat Sembuh dari Sakit Flu daripada Wanita?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 25 Jul 2018 12:05 WIB
penelitianinfluenza
Benarkah Pria Lebih Cepat Sembuh dari Sakit Flu daripada Wanita?
Studi yang dipublikasi dalam Biology of Sex Differences tersebut menyimpulkan bahwa flu pada wanita cenderung lebih serius daripada pria. (Foto: Kelly Sikkema/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan terdapat alasan ilmiah mengapa pria lebih cepat sembuh dibandingkan wanita saat terkena influenza. 

Para peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health tersebut menginvestigasi berbagai efek influenza pada pria dan wanita. 

Studi yang dipublikasi dalam Biology of Sex Differences tersebut menyimpulkan bahwa flu pada wanita cenderung lebih serius daripada pria. 

Penelitian tersebut dilakukan dengan menginfeksi tikus hidup dan sel manusia yang diekstraksi dari manusia jantan dengan dosis H1N1 yang tidak mematikan, strain Influenza A.

Jenis influenza khusus ini, yang juga dikenal sebagai "flu babi", menyebabkan pandemi flu global antara 2009 dan 2010 yang menyebabkan lebih dari 18.000 kematian di seluruh dunia.


(Sebuah penelitian menyebutkan terdapat alasan ilmiah mengapa pria lebih cepat sembuh dibandingkan wanita saat terkena influenza. Foto: Courtesy of Getty Images)

(Baca juga: Mengapa Flu Terasa Lebih Buruk Saat Anda Kesepian?)

Para peneliti menemukan bahwa tikus jantan dan sel manusia menghasilkan lebih banyak amphiregulin ketika terinfeksi dengan strain influenza.

Amphiregulin adalah faktor pertumbuhan yang memainkan peran dalam perbaikan dan pengembangan jaringan.

Peningkatan produksi amphiregulin pada tikus jantan dan sel manusia pria diyakini membuat waktu pemulihan lebih cepat dari strain influenza, karena tikus jantan yang menghasilkan faktor pertumbuhan yang lebih sedikit ditemukan memiliki waktu pemulihan yang sama dengan tikus betina.

"Temuan ini menemukan bahwa wanita juga memiliki perbaikan jaringan yang lebih lambat selama pemulihan karena produksi amphiregulin yang relatif rendah," kata pemimpin penelitian Sabra Klein, PhD.

Profesor Klein berpendapat bahwa perawatan flu di masa depan yang meningkatkan produksi amphiregulin dapat sangat bermanfaat bagi wanita.

Namun, para peneliti belum menentukan mengapa pria lebih mungkin untuk menghasilkan tingkat amphiregulin yang lebih besar daripada wanita.

Kemungkinan, penyebabnya adalah kadar hormon seks testosteron yang lebih tinggi pada pria. Selama penelitian, para peneliti menemukan bahwa testosteron juga berperan dalam melindungi tikus jantan dari gejala flu yang parah.





(TIN)