Studi: Hamil di Usia Muda Tingkatkan Risiko Depresi

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 18 Jul 2018 15:58 WIB
studi kesehatan
Studi: Hamil di Usia Muda Tingkatkan Risiko Depresi
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Kehamilan di usia muda memang memiliki manfaat sekaligus dampak negatif. Sebuah studi yang dilakukan Universitas Bristol, Inggris menemukan, wanita yang memiliki anak di usia muda cenderung mengalami depresi karena merasa kewalahan dan stres. 

"Mengingat bahwa depresi pada kehamilan memiliki dampak besar pada ibu dan anak, ini adalah kunci penting untuk layanan kesehatan," jelas peneliti Rebecca Pearson, dilansir dari The Health Site.

Stres kronis, kurang tidur, kebiasaan makan, gaya hidup kurang gerak, dan laju kehidupan modern yang cepat juga dapat berkontribusi pada peningkatan prevalensi depresi di kalangan anak muda umumnya dan dampak dari perubahan tersebut dapat diperkuat selama kehamilan.

Generasi wanita muda saat ini juga telah mengalami perubahan cepat dalam teknologi, internet, dan penggunaan media sosial, yang dikaitkan dengan peningkatan perasaan depresi, isolasi sosial, dan perubahan pada hubungan sosial.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open tersebut menganalisis data dari 2.390 wanita hamil berusia antara 19 dan 24 tahun dari 1990 hingga 1992, dan putri mereka yang hamil antara 2012 dan 2016.

Hasilnya menunjukkan bahwa 17 persen wanita dari generasi pertama menderita depresi pralahir, sementara angka tersebut meningkat menjadi 25 persen pada ibu dengan usia lebih muda. 

Lebih lanjut, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa jika ibu menderita depresi selama kehamilan, maka anak perempuan mereka tiga kali lebih mungkin untuk mengalami depresi. 

"Jika kita berpikir apa yang berubah, itu adalah tenaga kerja wanita telah meningkat dalam 25 tahun terakhir dan ada dua elemen yang relevan dengan kesehatan mental, salah satunya adalah aspirasi dan ambisi wanita muda, dimana hal itu menjadi lebih sulit untuk dicapai dalam keadaan hamil," kata Pearson.

Belum lagi tugas yang dibebankan pada wanita sehingga mereka mengalami kelelahan fisik dan mental.

Lihat video:




(DEV)