Ketahui Hal Ini Sebelum Pilih Diet Keto

Torie Natalova    •    Selasa, 29 May 2018 12:00 WIB
kesehatandiet
Ketahui Hal Ini Sebelum Pilih Diet Keto
Diet keto yang belakangan tengah populer memangkas karbohidrat dan memperbanyak asupan lemak sehat yang bisa didapat dari alpukat, ikan, dan minyak zaitun. (Foto: Brenda Godinez/Unsplash.com)

Jakarta: Tidak seperti metode diet umum yang memangkas lemak, diet ketogenik atau keto diyakini dapat menurunkan berat badan dengan cara yang berbeda yakni mengonsumsi lebih banyak lemak.

Diet keto yang belakangan tengah populer memangkas karbohidrat dan memperbanyak asupan lemak sehat yang bisa didapat dari alpukat, ikan, dan minyak zaitun.

Pada diet keto, Anda makan lebih banyak lemak dan lebih sedikit karbohidrat. 80 persen dari diet terdiri dari lemak, 15 persen adalah protein dan hanya 5 persen kalori berasal dari karbohidrat.

Di sini, ada lima hal yang harus Anda ketahui sebelum menjalani diet keto seperti dilansir dari Prevention.com.


(Pada diet keto, Anda makan lebih banyak lemak dan lebih sedikit karbohidrat. Foto: Ive Erhard/Unsplash.com)

1. Pola makan diet keto cukup ketat

Pelaku diet keto kebanyakan memakan daging, lemak sehat dan sayuran non tepung seperti daun hijau dalam jumlah cukup banyak. Sejumlah makanan yang baik untuk diet keto seperti:

- Lemak: minyak zaitun, minyak kelapa, mentega, minyak alpukat, alpukat
- Protein: daging sapi, unggas, telur, ikan
- Sayuran non tepung: sayuran hijau, kembang kol, kubis, kubis Brussel, mentimun

Adapun makanan yang harus dibatasi saat menjalani diet keto yakni susu, keju, yogurt, wortel, bit, kacang polong, kentang, kacang, buncis, lentil, almond, kacang mete, walnut, biji labu, biji bunga matahari, berries, pisang, melon.

Sementara itu, makanan yang harus dihindari saat diet keto yakni semua jenis gula termasuk madu, gandum, semua jenis beras, jagung, semua jenis makanan yang dibuat dari tepung seperti roti, pasta dan makanan olahan.

(Baca juga: Plus Minus Diet Keto Bagi Kesehatan)


(Pelaku diet keto kebanyakan memakan daging, lemak sehat dan sayuran non tepung seperti daun hijau dalam jumlah cukup banyak. Foto: Jezz Timms/Unsplash.com)

2. Efek jangka panjang tidak jelas

Para ahli memiliki pendapat yang berbeda tentang jangka panjang diet keto. Satu sisi ahli diet mengatakan menggunakan sumber energi selain karbohidrat dapat meningkatkan suasana hati dan tingkat energi.

Karena, makan karbohidrat terlalu banyak akan membanjiri darah dengan insulin. Ini dapat memicu naik turunnya gula darah yang menekan tubuh dan berdampak negatif pada suasana hati dan energi. 

Saat tubuh dalam keadaan ketosis, tubuh keton tidak memerlukan insulin untuk melintasi penghalang darah-otak yang berasal dari gula darah yang tidak menguntungkan.

Sementara di sisi lain, pakar mengatakan akumulasi keton jangka panjang bisa berbahaya. Keton adalah molekul bermuatan negatif yang artinya mereka bersifat asam. Saat Anda membangun badan keton di sistem Anda, itu berarti tubuh membangun asam. Salah satu cara tubuh menyangga asam dengan menarik kalsium dari tulang.


(Para ahli memiliki pendapat yang berbeda tentang jangka panjang diet keto. Satu sisi ahli diet mengatakan menggunakan sumber energi selain karbohidrat dapat meningkatkan suasana hati dan tingkat energi. Foto: Josh Bean/Unsplash.com)

3. Efek samping diet keto

Karbohidrat menahan cairan dalam tubuh, jadi ketika Anda mengurangi nutrisi, air tambahan akan dikeluarkan dalam urin. Ini membuatnya penting bagi mereka yang menjalani diet keto untuk tetap terhidrasi.

Efek samping lain dari diet ini mungkin termasuk peningkatan risiko batu ginjal (karena dehidrasi dan urin asam yang tinggi kalsium), bau mulut, kram otot, dan pusing.

Perlu diketahui bahwa diet keto tidak selalu berhasil pada setiap orang yang menjalaninya. Beberapa orang dapat mengalami lebih banyak efek negatif daripada efek samping. Intinya, bicaralah dengan dokter Anda untuk memastikan diet keto aman untuk Anda.

Diet keto adalah pola makan ekstrem yang bisa berbahaya bagi orang-orang tertentu. Diet ini mungkin kurang tepat untuk mereka yang menderita penyakit jantung, diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang tidak dikontrol oleh insulin.





(TIN)