Empat Tanda Tubuh Wanita Siap Hamil

   •    Senin, 24 Dec 2018 10:58 WIB
kehamilan
Empat Tanda Tubuh Wanita Siap Hamil
Anda dapat belajar mengenali tanda-tanda ovulasi yang paling umum dan memprediksi kapan masa subur yang paling tepat. (Foto: Jared Sluyter/Unsplash.com)

Jakarta: Saat sedang berusaha untuk hamil, pasti Anda akan semakin waspada dengan apa yang terjadi pada tubuh. Tanda-tanda ovulasi pun harus segera diantisipasi agar kehamilan bisa sukses terjadi.

Ovulasi ini menjadi salah satu tahap pembuahan sehingga seorang wanita bisa mendapatkan proses kehamilan.

Ketika Anda mengalami ovulasi berarti sudah ada sel telur matang yang kemudian bergerak ke tuba falopi, untuk bertemu dengan sperma kemudian terjadi pembuahan. 

Wanita dengan kesehatan reproduksi yang baik biasanya akan mengalami satu kali ovulasi setiap bulan, seperti dikutip BabyCenter.

Waktu ovulasi berbeda-beda, namun umumnya terjadi beberapa minggu setelah menstruasi. Jika Anda memiliki siklus haid yang teratur maka biasanya ovulasi terjadi pada hari ke-15.

(Baca juga: Mempersiapkan Kehamilan setelah Berbulan Madu)

Proses ovulasi juga berbeda-beda sesuai dengan masa subur dan pola menstruasi. Karena itu melihat tanda ovulasi penting untuk keberhasilan program kehamilan. 

Tidak perlu khawatir Anda dapat belajar mengenali tanda-tanda ovulasi yang paling umum dan memprediksi kapan masa subur yang paling tepat, di antaranya:


(Tidak perlu khawatir Anda dapat belajar mengenali tanda-tanda ovulasi yang paling umum dan memprediksi kapan masa subur yang paling tepat. Foto: Candice Picard/Unsplash.com)

1. Kram perut
Salah satu tanda ovulasi yang paling tidak nyaman bagi sebagian wanita adalah kram atau nyeri perut bagian bawah terus-menerus (Mittelschmerz).

Jika kram perut luar biasa sakitnya, segeralah berkonsultasi dengan dokter, terutama jika Anda sedang mencoba untuk hamil, karena kram tersebut dapat merupakan gejala dari masalah medis yang dapat memicu infertilitas.

2. Peningkatan suhu basal tubuh
Untuk mengecek peningkatan suhu tubuh basal, Anda memeriksa suhu tubuh setiap pagi setelah bangun tidur menggunakan termometer basal.

Setelah ovulasi, suhu basal tubuh biasanya naik, dan tetap bertahan seperti itu sampai menurun pada siklus menstruasi berikutnya. Jika hamil, suhu basal tubuh biasanya makin naik.

3. Perubahan lendir serviks
Ketika mendekati masa ovulasi, tubuh wanita akan memproduksi lebih banyak estrogen yang menyebabkan lendir serviks menjadi bersih, licin, dan elastis, seperti putih telur, yang membantu sperma berenang menuju sel telur yang dilepaskan selama ovulasi.

4. Nyeri payudara dan lebih sensitif
Peningkatan progesteron juga menyebabkan payudara terasa lebih lunak dan sensitif selama ovulasi. Beberapa wanita bahkan mengalami nyeri payudara, mirip seperti nyeri payudara pramenstruasi, tepat di saat masa ovulasi.


Maria Fransiska






(TIN)