Pentingnya Bersimpati pada Penderita Depresi

   •    Selasa, 25 Jul 2017 11:53 WIB
psikologi
Pentingnya Bersimpati pada Penderita Depresi
Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi, Psikolog menyarankan agar kita harus meluangkan waktu untuk lebih memperhatikan orang-orang terdekat kita. (Foto: Nik Shuliahin/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa hari yang lalu kita diguncang kabar kepergian Chester Bennington, vokalis band terkenal Linkin Park. Dan Senin (24/7/17) lalu juga ada kabar duka yang sama terjadi, sepasang kakak dan adik mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari ketinggian lantai 5 sebuah apartemen di kota Bandung. Ditenggarai mereka mengalami depresi.

Kedua kasus yang berturut-turut ini juga memperlihatkan pada kita bahwa bunuh diri dapat dilakukan siapa saja, tidak peduli apakah pelajar, seorang ibu, pekerja kantoran atau bahkan bintang rock sekalipun. 

"Depresi membuat merasa sendirian, meski Anda memiliki banyak uang, terkenal, atau dihargai oleh banyak orang," tulis Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi, Psikolog dalam rilis yang diterima oleh Metrotvnews.com dari Brawijaya Women & Children Hospital.



Menurut catatan WHO, terdapat 800.000 orang lebih yang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya. Sedangkan angka bunuh diri di Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. 

(Baca juga: Berikut Ini Tanda-tanda Seseorang Ingin Bunuh Diri)

"Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bersikap lebih ramah dan peduli pada orang-orang sekitar karena kita tidak memahami atau bahkan tidak mengetahui perjuangan dan ‘pertarungan’ setiap orang dalam sehari-harinya," tegas Sri Juwita Kusumawardhani dalam tulisannya lagi. 

Sri Juwita Kusumawardhani juga menambahkan, perlu diketahui bahwa ketika seseorang sudah berpengalaman dengan rasa sakit baik fisik maupun psikologis, maka ia menjadi lebih tidak merasa takut dengan kematian melalui proses bunuh diri. 

Ia menganggap bahwa kematian adalah proses yang membebaskannya dari segala rasa sakit yang sudah tidak mampu dipikulnya lagi. 



Sri Juwita Kusumawardhani menyarankan agar kita harus meluangkan waktu untuk lebih memperhatikan orang-orang terdekat kita. 

"Menanyakan kabarnya secara tulus dan peduli pada perasaan yang disampaikan oleh mereka. Mengenali tanda-tanda dari bunuh diri juga dapat membuat kita lebih memahami mereka yang membutuhkan bantuan."









(TIN)