7 Penyakit yang Picu Penurunan Berat Badan Mendadak

Torie Natalova    •    Jumat, 14 Apr 2017 10:12 WIB
berat badan
7 Penyakit yang Picu Penurunan Berat Badan Mendadak
Dalam banyak kasus, orang yang tidak menyadari kehilangan berat badan karena mereka terjebak dalam depresi. (Foto: Tropical Tanning)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sudah menjadi hal yang wajar jika berat badan Anda berfluktuasi sepanjang tahun. Hal tersebut normal dan Anda tak perlu khawatir.

Namun, jika berat badan Anda terus menurun kurang dari enam bulan meski Anda tak melakukan diet, sudah saatnya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Menurut Anne Cappola, ahli endokrinologi di University of Pennsylvania, kehilangan berat badan besar tanpa alasan yang jelas tidak umum terjadi. Dan berikut ini adalah tujuh masalah kesehatan yang dapat menurunkan berat badan drastis.

1. Masalah tiroid
Penurunan berat badan merupakan gejala umum dari hipertiroid, atau tiroid yang terlalu aktif. Rasa lapar yang meningkat atau detak jantung yang berdebar-debar, masalah tidur atau merasa panas sepanjang waktu bisa jadi gejala tiroid terlalu aktif.

2. Penyakit pada usus
Penyakit gangguan autoimun yang terkait dengan gluten seperti celiac, dapat menyebabkan berat badan menurun. Biasanya, penyakit ini disertai gejala masalah pencernaan lainnya seperti diare.

Masalah pada pankreas yang menghasilkan enzim pembantu pencernaan juga dapat menyebabkan berat badan turun mendadak.

3. Diabetes
Pada tahap awal, diabetes baru dapat menyebabkan penurunan berat badan. Rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil bisa jadi pertanda diabetes.

Tubuh Anda mengeluarkan glukosa lewat urine karena tubuh tidak dapat menyerapnya sehingga ini mendorong rasa haus berlebihan. Diabetes juga menyebabkan tubuh Anda menghisap makanan dari otot-otot Anda yang memicu penurunan berat badan mendadak.

(Baca juga: Menurunkan Berat Badan Lebih Cepat dengan 4 Langkah Ini)

4. Depresi
Kehilangan nafsu makan adalah dampak umum dari depresi klinis yang memicu penurunan berat badan. Dalam banyak kasus, orang yang tidak menyadari kehilangan berat badan karena mereka terjebak dalam depresi. Sensitif, lekas marah, bingung dan masalah tidur merupakan gejala umum lain dari depresi.

5. Radang sendi
Kondisi peradangan seperti radang sendi atau beberapa jenis dari infeksi dapat menurunkan nafsu makan sehingga menyebabkan penurunan berat badan.

Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan pada usus sehingga dapat mengganggu penyerapan gizi dan kenaikan berat badan.

6. Diet yang buruk
Penurunan berat badan di kemudian hari dapat berhubungan dengan risiko kematian. Seiring bertambahnya usia, perut kosong menjadi lebih lambat sehingga membuat Anda merasa masih kenyang.

Beberapa sinyal otak yang mengontrol nafsu makan dan rasa kenyang menjadi lemah, dan tubuh kurang mendapatkan nutrisi.

7. Kanker
Beberapa jenis kanker, serta tumor di perut atau usus dapat menyebabkan masalah peradangan atau malabsorpsi yang dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Selain itu, tumor di esofagus (yang menghubungkan tenggorokan dan perut) dapat membuat Anda kesulitan menelan sehingga Anda kurang makan.






(TIN)