Menerima Kesedihan Bisa Membuat Suasana Hati Membaik

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 19 Jul 2017 18:13 WIB
kesehatan mental
Menerima Kesedihan Bisa Membuat Suasana Hati Membaik
(foto: shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang psikoterapis menyebutkan bahwa kebahagiaan yang konstan adalah hal yang  berlebihan. Melihat unggahan teman-teman di media sosial seperti mendapatkan pekerjaan impian, memiliki keluarga sempurna, dan sering liburan bisa jadi membuat Anda berpikir bahwa mereka memiliki kebahagiaan yang tak putus-putus.

Sementara Anda, berfikir hanya bersantai di sofa dan sibuk menjelajah dunia maya.

Padahal, faktanya, kebahagiaan konstan adalah berlebihan. Bahkan, seorang psikoterapi menganggapnya berbahaya.

"Setiap orang memiliki suasana hati yang fluktuatif, naik dan turun dengan berbagai macam emosi. Jika kita berharap bisa bahagia secara konstan. maka kita akan berpikir bahwa emosi lain adalah salah," tukas Gina Clarke, seorang psikoterapis di Click for Theraphy.

Dengan demikian, maka kita akan merasa buruk ketika merasakan beberapa emosi lain seperti sedih, marah, dan frustasi. Padahal, umumnya orang akan merasakan hal-hal lain selain kebahagiaan saat mengalami masa-masa sulit.

Studi tersebut mempelajari setengah pekerja di Inggris dengan bidang pekerjaan berbeda dan menemukan bahwa 60 persen dari mereka tak merasa bahagia dengan hubungan yang dijalani. Selain itu, media sosial juga membuat mereka merasa tak puas, tak selalu seperti yang terlihat di media sosial.

Disinilah pengalaman sedih dapat membuat Anda merasa lebih baik. Cobalah berlari, saran Clarke, karena setiap rasa sakit menginvesitasi tubuh yang lebih sehat dan kesehatan mental yang lebih baik.

"Saat kita merasa sedih, pikiran kita memberitahu bahwa kita sedang tak seimbang dimana secara emosional merasa sakit dan butuh waktu untuk sembuh. Jika patah tulang, kita membutuhkan spesialis untuk menyembuhkan," ia memberi contoh.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengaku dan berpikir langkah selanjutnya: meninggalkan situasi tersebut, mencari bantuan, berbicara dengan teman, atau mencari dukungan profesional?

"Dari semua yang saya lihat, kunci disini adalah penerimaan. Menerima diri sendiri, apa yang terjadi dalam hidup, apa yang di sekitar kita," ungkap psikoterapis lain, Hilda Burke.

Di sisi lain, berharap sesuatu sesuai dengan apa yang kita inginkan adalah cara tercepat untuk membuat tak bahagia karena terus terkungkung dengan pikiran dimana kita berimajinasi memiliki kehidupan yang berbeda dengan kenyataan.

"Di sinilah refleksi diri menjadi kunci. Jika kita merasa tak bahagian, tanyakan mengapa, apa yang terjadi dan sadari apa yang kita rasakan. beberapa orang menuliskannya, membicarakannya dengan orang lain, dan menyadari apa yang mereka rasakan."

"Sekali Anda mengetahui akar penyebab apa yang Anda rasakan, akan lebih mudah untuk mengubah suasana hati Anda," tambah psikolog Phillip Adcock.


(DEV)