Dampak Psikologis pada Bayi Jika Menyusu dari Dot

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 03 Aug 2017 17:03 WIB
kesehatan anak
Dampak Psikologis pada Bayi Jika Menyusu dari Dot
(Foto: Pinterest)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi ibu menyusui yang sudah selesai cuti melahirkan dan kembali bekerja, pemberian ASI perah pun menjadi pilihan.

Bahkan, tak jarang bayi yang baru berusia di bawah 3 bulan sudah diberikan dot karena sang ibu sudah kembali ke rutinitas bekerja yang sibuk.

"Ketika dot mulai diberikan saat anak berusia 3 bulan, maka akan menjadi masalah saat ia berusia 6 tahun," jelas ahli gizi dr Tan Syot Yen M.Hum dalam temu media Kementrian Kesehatan, Kamis (3/7/2017).

Ia menerangkan, dampaknya, bisa terjadi masalah yang muncul di usia pra-sekolah, berupa perilaku yang berbeda dengan anak pada umumnya dimana anak akan cenderung menuruti perintah tanpa rasa puas.

"Anak yang diberi dot, ketika diminta menghabiskan susu oleh pengasuhnya, memang akan langsung dihabiskan. Tapi tak ada rasa puas," terangnya.

Sementara, anak yang terbiasa diberikan ASI langsung dari sang ibu cenderung tahu kapan harus berhenti dan puas dalam melakukan aktivitas pemberian makan secara alami tersebut.

Pemberian ASI sendiri memegang peranan penting dalam tumbuh kembang bayi dimana sebaiknya dilakukan secara ekslusif selama 6 bulan.




(DEV)