Bermain Video Game Bantu Kurangi Stres dalam Bekerja

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 28 Jul 2017 11:18 WIB
kesehatan
Bermain Video Game Bantu Kurangi Stres dalam Bekerja
Bermain video game juga diketahui dapat memulihkan kemampuan individu lebih efektif. (Foto: Jeshoots/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan bahwa bermain video game dapat membantu mengurangi tekanan yang dialami dalam pekerjaan. 

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang bermain video game memperlihatkan komitmen yang lebih baik dan pemulihan yang lebih efektif dibandingkan relaksasi biasa. 

Bermain video game juga diketahui dapat memulihkan kemampuan individu lebih efektif sehingga lebih bertahan lama dalam menjaga suasana hati dalam menghadapi stres. 

\

Di sisi lain, mereka yang berisitirahat sejenak dalam ketenangan dilaporkan merasa kurang berkomitmen dengan pekerjaan dan merasa cemas. 

(Baca juga: 4 Sisi Positif Anak Bermain Video Game)

Sementara, mereka yang terlibat dalam aktivitas relaksasi mengalami penurunan dalam emosi negatif dan tidak merasa tertekan. 

"Kita seringkali bertahan untuk menyelesaikan pekerjaan, dimana hal itu tak seefektif dengan mengambil istirahat sejenak. Orang-orang sebaiknya merencanakan jeda sejenak untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, sehingga mereka bisa bertenaga kembali," tukas Michael Rupp, mahasiswa doktoral di University of Central Florida, Amerika Serikat.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Human Factors: The Journal of the Human Factors and Ergonomics Society tersebut kemungkinan berimplikasi pada mereka yang bekerja di bidang keselamatan, seperti pengontrol lalu lintas udara dan di fasilitas kesehatan.

Rupp meminta 66 partisipan melakukan tugas berbasis komputer untuk menstimulasi pusing kognitif, dengan pemberian jeda selama lima menit.



Selama jeda, para patisipan diminta bermain video game Sushi Cat, melakukan kegiatan relaksasi, atau hanya diam saja di ruang tes tanpa ponsel atau komputer. 

Pada saat itu, para peneliti mengukur stimulasi partisipan (seperti suasana hati, tingkat stres) dan performa kognitif. 










(TIN)