Pneumonia Lebih Berbahaya jika Diderita Anak-anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 03 Jan 2018 11:44 WIB
pneumonia
Pneumonia Lebih Berbahaya jika Diderita Anak-anak
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Penyakit infeksi paru pneumonia kemungkinan memiliki gejala yang  berbeda pada anak dan orang dewasa. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap 20 detik terdapat satu anak yang meninggal akibat gangguan tersebut.

Sekitar 99 persen kematian akibat pneumonia terjadi pada negara dengan pendapat menengah dan rendah.

Tak seperti pada orang dewasa, gejala pneumonia pada anak lebih halus. Namun, risiko untuk mengalami komplikasi penyakit juga lebih besar karena sistem kekebalan yang belum berkembang sempurna.

Secara umum, gejala pneumonia bervariasi bergantung usia penderita, namun Anda bisa mewaspadai penyakit ini bila anak mengalami gejala lebih dari sekadar pilek parah.

Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri tertentu, seperti Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydophila pneumoniae, umumnya menghasilkan gejala yang lebih ringan. Umumnya, jenis penyakit yang disebut pneumonia atipik ini dialami anak usia sekolah.

Mengenal Pneumonia, Infeksi Paru yang Diderita Putra Kim Kardashian

Beberapa gejala yang muncul adalah batuk kering, demam ringan, sakit kepala, dan kelelahan. Sebanyak 2 hingga 20 persen orang dewasa mengalami pneumonia dari bakteri Mycoplasma pneumoniae dan angka lebih tinggi terdapat pada anak-anak.

Umumnya pneumonia atipik terjadi pada akhir musim panas dan gugur, dari orang ke orang. Wabah tersebut terjadi pada kelompok yang memiliki kontak dekat, seperti sekolah atau kamp.

Kemudian, ada pneumonia sedang yang biasanya terjadi pada anak berusia pra-sekolah, yaitu 4 hingga 5 tahun. Beberapa gejalanya adalah sakit tenggorokan, batuk, demam ringan, hidung tersumbat, diare, kehilangan selera makan, dan kekurangan energi.

Pada tahap yang lebih parah, biasanya anak berusia sekolah dasar dan remaja menghalami gejala yang lebih dramatis seperti demam tinggi, berkeringat, kulit memerah, kuku dan bibir berwarna kebiruan, mengi, dan sulit bernapas.

Sementara itu, pneumonia pada bayi atau balita lebih sulit dideteksi karena mereka tak bisa memberitahukan apa yang dirasakan. Namun, bila muncul beberapa gejala seperti terlihat pucat, lesu atau lemas, menangis lebih dari biasanya, tak senang makan, mudah gelisah, dan muntah; sebaiknya segera bawa ke dokter.




(DEV)