Baikkah Musik Keras dalam Kelas Olahraga?

Raka Lestari    •    Senin, 27 Nov 2017 17:51 WIB
Baikkah Musik Keras dalam Kelas Olahraga?
Orang dewasa dapat menahan tingkat kebisingan kurang dari 85 desibel paling maksimal selama delapan jam sehari. (Foto: Averie Woodward/Unsplash.com)

Jakarta: Suara stereo yang diputar sangat keras tidak bagus untuk telinga Anda. Menurut National Institute for Occupational Safety and Health, orang dewasa dapat menahan tingkat kebisingan kurang dari 85 desibel paling maksimal selama delapan jam sehari. Jumlah maksimal tersebut akan berkurang seiring dengan semakin kerasnya tingkat kebisingan.

Misalnya, orang dewasa dapat menahan tingkat kebisingan sebesar 94 desibel hanya dalam waktu satu jam sebelum dapat berpotensi merusak pendengaran mereka. Dan sebuah studi baru-baru ini menemukan musik di beberapa kelas olahraga bertambah menjadi 99 desibel.

Hal tersebut mungkin tidak akan terlalu berpengaruh mengingat kelas olahraga biasanya berlangsung hanya satu jam atau bahkan kurang dari satu jam. 

(Baca juga: Penyebab dan Gejala Gangguan Pendengaran di Indonesia)


(Jika seseorang bisa mendengar suara musik dari headphone Anda, itu berarti Anda telah mendengarkan musik terlalu keras. Foto: Alice Moore/Unsplash.com)

Namun seperti yang dilansir dari Health.com, sebaiknya Anda memerhatikan dengungan yang telinga Anda rasakan setelah kelas olahraga. Untuk mencegah gangguan pendengaran jangka panjang atau permanen, lebih baik Anda menggunakan penutup telinga.

Penyumbat telinga hanya akan meredam kebisingan, jadi Anda tetap bisa mendengar musiknya. Beberapa kelas olahraga terkadang menawarkan penyumbat telinga kepada anggotanya secara gratis atau Anda dapat membelinya di apotek dan menyimpannya di tas olahraga Anda. 

Dan jangan lupa untuk memerhatikan volume suara jika sedang mendengarkan musik dengan headphone. Jika seseorang bisa mendengar suara musik dari headphone Anda, itu berarti Anda telah mendengarkan musik terlalu keras.








(TIN)