Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Kebutuhan Pangan Sehat

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 24 Nov 2017 17:17 WIB
Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Kebutuhan Pangan Sehat
Maksudnya, seseorang harus menyadari kapan sebaiknya ia tidak melanjutkan makan karena perut sudah terisi cukup. (Foto: Isidor Emanuel/Unsplash.com)

Jakarta: Menjadi sehat secara fisik dan mental adalah keinginan semua orang. Untuk memenuhinya, makanan yang diasup adalah salah satu elemen krusial. 

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan dalam konsumsi makanan sehari-hari dan memenuhi pangan sehat dan gizi seimbang?

Menurut Prof. Dr. Hardinsyah MS selaku ketua umum PERGIZI PANGAN Indonesia, keberagaman makanan adalah hal yang penting. Satu jenis makanan tak bisa memenuhi kebutuhan tubuh secara keseluruhan. 

Banyak orang berpikir bahwa susu yang mengandung banyak kalsium dan mikronutrien lain dapat dijadikan pengganti untuk nutrisi yang tak bisa didapat. Padahal hal tersebut tak benar. Dibutuhkan makanan lain seperti sayur dan buah untuk menjadi tubuh tetap sehat.  


(Menjadi sehat secara fisik dan mental adalah keinginan semua orang. Untuk memenuhinya, makanan yang diasup adalah salah satu elemen krusial. Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)

(Baca juga: Kemenkes Imbau Cukupi Gizi Seimbang Lewat Kampanye "Isi Piringku")

"Satu-satunya makanan yang mengandung semua nilai gizi adalah ASI dan kita harus mendapatkannya hingga berusia enam bulan. Selanjutnya dibutuhkan makanan dari luar," terang beliau dalam acara Puncak Kampanye Frisian Flag Indonesia: 95  Pesan untuk Masa Depan, Jumat 24 November 2017. 

Kemudian, waktu untuk berhenti makan juga harus diperhatikan. Maksudnya, seseorang harus menyadari kapan sebaiknya ia tidak melanjutkan makan karena perut sudah terisi cukup. Prof. Hardinsyah menyarankan agar berhenti sebelum merasa kekenyangan. 

Terakhir, makan dengan penuh kesadaran dimana kita perlu memikirkan apa saja yang masuk ke dalam tubuh. 

"Kita melihat apakah makanan ini pantas dimakan, berapa banyak sebaiknya dimakan, atau kapan sebaiknya  berhenti. Gizi seimbang mengajadi untuk menikmati makanan namun tetap sadar dengan hal-hal itu," pungkasnya. 








(TIN)