Dampak Positif Menjadi Perfeksionis

Raka Lestari    •    Senin, 29 Oct 2018 12:13 WIB
psikologi
Dampak Positif Menjadi Perfeksionis
"Perfeksionisme juga dapat berguna ketika seseorang mencoba untuk menjalankan keseimbangan dan efisiensi pada waktu yang bersamaan," ujar psikoterapis Evayne Lawson. (Foto: Jeshoots/Unsplash.com)

Jakarta: Menjadi seorang yang perfeksionis dapat memiliki efek negatif yang cukup besar pada kesehatan mental dan fisik Anda. Perfeksionis cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi daripada individu lainnya.

Dan beberapa penelitian menemukan adanya kecenderungan perfeksionis dengan tekanan darah yang lebih tinggi dan tingkat yang lebih tinggi dari kondisi nyeri kronis.

"Perfeksionisme dipandang sebagai masalah karena terlalu banyak berpikir, terlalu banyak menganalisis, terlalu banyak perencanaan, menekankan, dan mencemaskan yang menyertainya," kata psikoterapis Evayne Lawson dari Self + Love Center kepada Bustle.

Tetapi tidak hanya berdampak negatif, menjadi seseorang yang perfeksionis juga bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan. Dikutip dari Bustle, berikut ini adalah beberapa dampak positif menjadi perfeksionis.

(Baca juga: Masalah Seksual yang Kerap Dialami Orang dengan OCD)


(Menjadi seseorang yang perfeksionis juga bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan. Foto: Thought Catalog/Unsplash.com)

1. Dapat membantu Anda untuk beradaptasi dan bertahan
Ada dua jenis perfeksionisme: adaptif dan maladaptif, dan perfeksionisme adaptif adalah yang dianggap produktif.

"Ini adalah jenis perfeksionisme yang banyak dimiliki oleh para seniman dan atlet karena itu mendorong mereka untuk unggul di bidang mereka. Ini pada dasarnya berfokus pada hal positif dan membantu Anda untuk melakukannya dengan baik."

"Individu yang perfeksionis adaptif menetapkan standar yang tinggi tetapi realistis sehingga tidak menyalahkan diri sendiri ketika standar ini tidak tercapai," ujar Caroline Castrillon, seorang business coach.

2. Mendorong Anda untuk mencapai tujuan
Perfeksionisme dapat membantu Anda untuk meraih apa yang Anda inginkan. Menurut Lawson, perfeksionisme adaptif dapat menjadi sesuatu yang positif, terutama ketika berusaha untuk mencapai tujuan dengan cara yang terorganisir.

"Perfeksionisme juga dapat berguna ketika seseorang mencoba untuk menjalankan keseimbangan dan efisiensi pada waktu yang bersamaan. Mereka akan tahu kapan waktu yang tepat untuk beristirahat atau melakukan time out pada diri mereka," ujar Lawson.

3. Dapat menghindari Anda dari stres
"Bukti ilmiah menunjukkan bahwa selama perfeksionisme bertujuan untuk memperbaiki diri sendiri, bukan untuk mengkhawatirkan pendapat orang lain, itu bisa memiliki efek positif pada kesejahteraan Anda secara keseluruhan," kata Castrillon.

"Perfeksionisme dapat secara positif memengaruhi kinerja kerja serta kualitas hidup. Kuncinya adalah pandangan positif dan pengaturan tujuan yang dapat dicapai."




(TIN)