Hamil dengan Masalah Jantung? Kenali Risikonya

Raka Lestari    •    Senin, 12 Nov 2018 16:43 WIB
kehamilan
Hamil dengan Masalah Jantung? Kenali Risikonya
Hamil dengan masalah jantung, baiknya mengunjungi dokter umum yang akan merujuk Anda ke seorang ahli jantung. (Foto: Tyler Nix/Unsplash.com)

Jakarta: Mangalami permasalahan pada jantung tentu dapat memengaruhi tubuh ketika Anda sedang hamil. Jika Anda mengalami serangan jantung, maka mencoba untuk hamil bisa menjadi sangat berisiko.

Meskipun para ahli sepakat bahwa memiliki masalah pada jantung bukanlah penghalang untuk memiliki anak, tetapi mereka menyarankan agar para wanita yang ingin hamil bisa berkonsultasi kepada dokter spesialis untuk memastikan bahwa mereka sepenuhnya sadar akan risikonya.

"Serangan jantung menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung dan selama kehamilan, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, yang berpotensi menyebabkan masalah," ujar Abbas Kanani, seorang ahli farmasi dari Chemist Click, dalam Metro.co.uk.

"Banyak penderita serangan jantung juga memakai obat tertentu seperti inhibitor ACE atau pengencer darah, yang perlu diubah atau dimodifikasi ketika hamil. Berita baiknya adalah bahwa secara umum hal ini masih bisa ditangani," ujar Kanani.

(Baca juga: Amankah Hamil Saat Memiliki Kelainan Denyut Jantung?)


(Mangalami permasalahan pada jantung tentu dapat memengaruhi tubuh ketika Anda sedang hamil. Foto: Devone Divine/Unsplash.com)

Ia menyarankan agar sebelum hamil, Anda harus mengunjungi dokter umum yang akan merujuk Anda ke seorang ahli jantung.

Hal ini dilakukan agar Anda mendapatkan perawatan dari tim khusus yang akan memberi Anda saran tentang cara terbaik untuk menghadapi kehamilan Anda dengan cara yang paling aman.

"Selalu laporkan gejala abnormal sesegera mungkin seperti kesulitan bernapas, sesak napas, palpitasi jantung, nyeri dada atau batuk darah," ujar Kanani.

Ada berbagai langkah yang dapat dilakukan dokter untuk membantu wanita hamil dengan kondisi jantung, biasanya mereka akan melakukan pengawasan yang lebih ketat mulai dari masa kehamilan sampai kelahiran.

Selain pemantauan secara ketat, ibu hamil juga disarankan untuk minum obat untuk menurunkan tekanan darah mereka dan menerima perawatan untuk kondisi kesehatan lain yang mungkin mereka miliki.




(TIN)