Tips Akurat Periksa Tekanan Darah

Yatin Suleha    •    Kamis, 25 Oct 2018 12:29 WIB
hipertensi
Tips Akurat Periksa Tekanan Darah
Berikut beberapa tips untuk memperoleh hasil pemeriksaan tekanan darah yang akurat di rumah. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Jakarta: Pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangatlah penting untuk mendeteksi kondisi awal yang dapat mengakibatkan stroke dan penyakit jantung.

Data dari World Health Organization, pada tahun 2017 menyebutkan lebih dari 580.000 angka kematian di Indonesia disebabkan oleh stroke dan serangan jantung, sehingga Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah kematian tertinggi akibat stroke.

Mengacu kepada data May Measurement Month 2017 yang mengukur tekanan darah 72.006 masyarakat Indonesia di 34 provinsi selama bulan Mei 2017, menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang dewasa dengan rata-rata usia 41 tahun mengalami peningkatan tekanan darah, dan 1 dari 6 orang sudah mengonsumsi obat penurun tekanan darah. 1 dari 10 orang baru pertama kali mengetahui bahwa tekanan darahnya di atas normal.

Para dokter dan asosiasi hipertensi saat ini merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin di rumah untuk mengendalikan hipertensi.

Menurut Yoshiaki Nishiyabu, Marketing Director, Omron Healthcare Indonesia mengatakan, “Angka tekanan darah dapat berubah setiap jam dan setiap hari tergantung pada beberapa faktor. Beberapa orang tidak menyadari bahwa tekanan darah di pagi hari dapat berbeda secara signifikan dibandingkan pada malam hari atau ketika Anda ke dokter."

(Baca juga: Kesehatan Mulut Pengaruhi Efektivitas Pengobatan Hipertensi)

Berikut beberapa tips dari Bloodpressureuk.org untuk memperoleh hasil pemeriksaan tekanan darah yang akurat di rumah.

1. Banyak faktor
Banyak faktor yang dapat memengaruhi meningkatnya tekanan darah seseorang dalam waktu singkat. Pastikan Anda tidak sedang ingin ke toilet dan tidak baru saja makan berat. Jangan periksa tekanan darah Anda 30 menit setelah minum minuman yang mengandung kafein, merokok serta jangan langsung memeriksa tekanan darah setelah berolahraga atau minum alkohol.

2. Gunakan pakaian yang nyaman
Pakailah pakaian yang longgar seperti kaos lengan pendek sehingga Anda dapat dengan mudah melipat lengan kaos.


(Jangan periksa tekanan darah Anda 30 menit setelah minum minuman yang mengandung kafein, merokok serta jangan langsung memeriksa tekanan darah setelah berolahraga atau minum alkohol. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

3. Gunakan lengan yang sama
Selalu gunakan lengan yang sama untuk memeriksa tekanan darah karena pemeriksaan tekanan darah di setiap lengan akan sedikit berbeda. Jika memungkinkan, gunakan lengan yang digunakan dokter atau suster untuk memeriksa tekanan darah Anda.

4. Hindari kebisingan
Sebelum memeriksa tekanan darah, istirahatlah terlebih dahulu selama beberapa menit. Duduk di tempat yang jauh dari kebisingan, lebih baik duduk di depan meja di mana lengan Anda dapat beristirahat di meja dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas dan kedua kaki menyentuh lantai.

5. Topang lengan Anda
Pastikan lengan Anda ditopang dan manset di sekeliling lengan Anda letaknya sejajar dengan jantung. Anda mungkin membutuhkan sebuah bantal untuk menopang lengan agar lengan Anda berada di posisi ketinggian yang tepat. Lengan harus rileks, jangan tegang.

6. Lakukan pemeriksaan di waktu yang sama
Lakukan pemeriksaan tekanan darah pada waktu yang sama, seperti di pagi hari dan malam hari. Idealnya lakukan selama dua minggu pertama setelah perubahan pada pengobatan dan pada periode minggu sebelum berkunjung ke dokter untuk pengecekan berikutnya atau sesuai saran dokter

7. Catat hasilnya
Lakukan pemeriksaan tekanan darah beberapa kali dan catat hasilnya. Setiap kali pemeriksaan, lakukan dua hingga tiga kali pengukuran dengan jeda satu menit pada masing-masing pengukuran dan catat juga hasil pemeriksaan tekanan darah tersebut.

Jika Anda memiliki alat pengukur tekanan darah digital dengan memori yang dapat menyimpan data pengukuran tekanan darah, data-data ini dapat Anda bawa serta ketika ke dokter.

Mengendalikan tekanan darah harus menjadi kegiatan rutin dengan menjalani diet dan gaya hidup sehat serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin di rumah. Hal ini sangat mudah dilakukan dan yang paling penting, dapat menyelamatkan hidup Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.




(TIN)