Cara Tepat untuk Tersenyum Sempurna

Yatin Suleha    •    Senin, 14 Aug 2017 15:44 WIB
tips & trik
Cara Tepat untuk Tersenyum Sempurna
Helwig menyarankan sebaiknya Anda tersenyum dengan hanya sedikit terlihat gigi. Ini membuat wajah Anda terlihat simetris dan seimbang. (Foto: Seth Doyle/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat kita selfie atau wefie, seringkali kita tersenyum, menyeringai, atau mencoba senyuman tercantik atau tertampan kita agar hasil foto yang didapat sempurna.

Apakah dengan membuka mulut lebar, menyeringai, atau memperlihatkan empat gigi depan kita? Tenang dulu, karena sebuah studi dari PLOS ONE yang ditulis oleh Nathaniel Helwig dan koleganya di the University of Minnesota menemukan komposisi senyuman sempurna.

Helwig menyarankan sebaiknya Anda tersenyum dengan hanya sedikit terlihat gigi. "Ini membuat wajah Anda terlihat simetris dan seimbang," tulisnya dalam the open-access journal.



Studi ini meneliti model wajah lebih dari 800 partisipan dengan menganalisanya menggunakan 3D animasi-komputer facial model.

Komputer membuat transformasi seri wajah. Para peneliti merubah angle mulut, jumlah gigi yang terlihat dari senyuman, senyum yang dipanjangkan, dan bagaimana simetrisnya senyuman. 

(Baca juga: Tips Riasan Wajah untuk Selfie)

Lalu para partisipan diminta untuk menilai senyuman berdasarkan nilai yang menunjukkan perasaan afektif, keaslian, kenyamanan, dan persepsi emosi yang dimiliki.

Dan hasilnya menurut Helwig ditemukan bahwa senyuman yang paling dinilai simetris atau sempurna adalah terlihatnya gigi yang seimbang, angle mulut yang ideal, dan senyuman yang panjang.

Helwig menyebut bahwa senyuman ini disebut dengan "sweet spot". Senyuman yang memperlihatkan sinkornisasi antara kiri dan kanan wajah selama tersenyum mendapatkan nilai yang cukup tinggi kesempurnaannya.



"Faktanya, sebuah senyuman yang dianalisa oleh komputer memang tidak bisa menggantikan keaslian senyuman yang dilemparkan oleh seseorang kepada orang lain, namun analisa komputer ini bisa menjadi aset dalam penelitian untuk melihat bagaimana perubahan ekspresi seseorang dalam ruang dan waktu di wajah mereka bisa berpengaruh pada penilaian seseorang," ujar rekan penulis dalam Science Daily.

Hasil penelitian menggunakan komputer juga bisa digunakan untuk memperbaiki senyuman seseorang dalam operasi perawatan dan rehabilitasi bagi mereka paska terkena stroke.










(TIN)