Ini Alasan Orang Kreatif Memandang Sesuatu Berbeda

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 20 Apr 2017 07:50 WIB
psikologi
Ini Alasan Orang Kreatif Memandang Sesuatu Berbeda
Para peneliti di University of Melbourne menemukan bahwa orang-orang yang memiliki kepribadian terbuka dapat 'melihat' lebih banyak kemungkinan di sekitar mereka. (Foto: Twitter)

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat melihat suatu lukisan, orang normal akan memperhatikan karya seni tersebut tanpa bisa mencerna keindahan sesungguhnya. 

Namun, tidak demikian dengan orang kreatif. Mereka dapat dengan mudah menciptakan sebuah narasi dari suatu hasil karya karena mereka melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, demikian menurut sebuah studi dalam Journal of Personality Research.

Para peneliti di University of Melbourne menemukan bahwa orang-orang yang memiliki kepribadian terbuka dapat 'melihat' lebih banyak kemungkinan di sekitar mereka karena cara memproses informasi visual yang berbeda dari kebanyakan. 

(Baca juga: Apa yang Dikatakan oleh Hobi Anda?)



"Mereka seperti memiliki gerbang yang lebih fleksibel dalam hal informasi visual untuk menerobos kesadaran mereka," ujar Anna Antinori, seorang psikolog di University of Melbourne.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa keterbukaan dan fleksibilitas membuat orang-orang kreatif lebih terikat dengan lingkungan mereka dengan memproses rangsangan yang umumnya diabaikan. 

Orang-orang yang terbuka cenderung melihat kesempatan yang terdapat pada kesederhanaan pada pandangan pertama. Selain itu, mereka juga tak perlu teralu berusaha karena dasarnya bersifat bawaan. 

Keterbukaan untuk mengalami adalah salah satu ciri kepribadian dalam Lima Besar yang membuat seseorang menjadi pribadi yang mudah penasaran, kreatif, dan tertarik mengeksplor apa yang tak diketahui. 

Antinori melibatkan 123 partisipan untuk mengukur tingkat Lima Besar yang dilanjutkan dengan tes penglihatan bernama 'teropong persaingan'. Dalam tes tersebut, setiap mata ditunjukkan gambar yang berbeda, antara merah atau biru, secara bersamaan selama dua menit. 

Hanya ada dua hasil: partisipan hanya melihat satu gambar, atau melihat keduanya bersamaan dan melihatnya menjadi satu kesatuan (disebut dengan persepsi campuran). 



Temuan tersebut menunjukkan bahwa mereka yang memiliki angka tertinggi terkait keterbukaan terhadap pengalaman, dan tentunya kreativitas, cenderung mengalami persepsi campuran. 

Artinya, ketika mereka terbuka pada pengalaman baru, proses yang terjadi dalam otak menjadi berbada.

"Secara umum, keterbukaan tersebut menghubungkan adanya pengalaman konsepsi vsiual tingkat rendah yang berbeda," demikian menurut para peneliti. 







(TIN)