Mengapa Orang Obesitas Cenderung Mendengkur Saat Tidur?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 19 Jul 2017 08:00 WIB
tidur
Mengapa Orang Obesitas Cenderung Mendengkur Saat Tidur?
Orang obesitas biasanya mengidap obstructive sleep apnea (OSA) dimana mereka bisa berhenti bernapas sesaat saat tidur. (Foto: Hernan Sanchez/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Orang kegemukan atau obesitas sering mendengkur saat tertidur. Ternyata, hal tersebut dapat membahayakan. 

"Orang obesitas biasanya mengidap obstructive sleep apnea (OSA) dimana mereka bisa berhenti bernapas sesaat saat tidur," ujar dr. Samuel Oetoro, MS SpGK (K) dalam peluncuran Herbilogy, Selasa (18/7/17) lalu.



Penyebabnya adalah, lemak berlebih di bawah dagu yang menekan lidah hingga ke belakang karena adanya gaya gravitasi saat posisi tubuh terlentang. 

Biasanya, pola dengkuran awalnya perlahan dan beberapa saat kemudian, terburu-buru dan berakhir dengan kondisi tersedak dan penderita pun terbangun. 

(Baca juga: 3 Langkah Agar Lebih Mudah Tidur)

"Saat tertekan seperempat bagian, dengkuran akan pelan. Jika sudah sampai terburu-buru, itu artinya semua sudah menekan semua lidah atau saraf di daerah tersebut," terangnya. 

Oleh karena itu, ia menyarankan orang obesitas tidur dengan tiga tumpuk bantal sebagai alas kepala. Selain itu, posisi yang aman adalah dengan tidur miring atau tengkurap untuk mencegah terjadinya OSA.

Ia menambahkan, bagi orang obesitas yang tengah berjuang untuk menurunkan berat badan, sebaiknya dilakukan secara perlahan. 



"Selama mengikuti program diet, penurunan berat badan yang terbaik adalah secara perlahan-lahan, jika tidak maka akan ada efek samping pusing," katanya.

Jika tubuh menjadi tak prima, maka hal itu akan berimbas pada aktivitas keseharian dimana meskipun berat badan menurun, namun rasa pusing dan lemas sepanjang hari membuat aktivitas tak maksimal.









(TIN)