Memilih Camilan Sehat

   •    Senin, 07 Aug 2017 14:24 WIB
makanan sehat
Memilih Camilan Sehat
Kacang-kacangan, salah satu camilan sehat kaya protein. (Foto: Shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rasa lapar di luar jam makan tak jarang membuat seseorang mengonsumsi camilan sebagai pengganjal perut. Sayangnya banyak orang asal makan camilan hingga menyebabkan kenaikan berat badan.

Konsultan Pengatur Berat Badan dr. Grace Judio mengatakan, khususu orang Indonsia, camilan merupakan yang paling mudah untuk didapatkan dan menjadi pilihan pertama ketika rasa lapar di luar jam makan pokok melanda.

"Karena yang menyenangkan adalah camilan. Orang tidak lagi makan karena lapar melainkan selingan saat bosan," ujarnya, dalam Metro I-Care, Minggu 6 Agustus 2017.

Grace mengatakan tidak ada yang salah ketika seseorang memilih camilan sebelum jam makan pokok. Namun yang paling baik adalah mendengarkan tubuh apakah perlu diganjal camilan atau bisa menunggu hingga jam makan tiba.

Sebab jika dipatok, misalnya dua jam sekali harus makan, tentu akan memicu problem kesehatan. Yang paling tampak adalah kenaikan berat badan, kenaikan kolesterol, dan lain-lain.

"Supaya enggak gampang lapar, kita harus memilih camilan itu. Jadi enggak hanya karbohidrat saja tapi didampingi dengan protein. Misalnya kacang kedelai, direbus lebih baik ketimbang digoreng dan diberi garam. Atau memilih buah yang banyak proteinnya seperti pisang," katanya. 

Menurut Grace, camilan yang baik adalah yang gizinya seimbang. Selain karbohidrat juga mengamdung protein. Misalnya, kata dia, roti manis, bisa ditambahkan dengan keju atau yoghurt dan buah. Selain gizinya lengkap, camilan seperti ini juga membuat kenyang lebih lama. 

Tak jauh berbeda dengan Grace, Spesialis Gizi Zairida Noor mengatakan, camilan yang sehat tak selalu minim rasa atau hambar. Tergantung bagaimana pemilihan bahan dan cara mengolahnya. 

Soal kaya rasa seperti terlalu manis atau terlalu asin, kata Zairida, relatif. Sebab lidah masing-masing orang memiliki tingkat penerimaan yang berbeda dan gaya hidup atau lifestyle juga memengaruhi seseorang dalam memilih camilan/

"Kalau kita terbiasa makan yang terlalu manis standarnya jadi tinggi atau kalau makan camilan kemasan yang mengandung penguat rasa. Lidah kita itu punya palet memori, kalau kurang dari itu atau kalau tidak pakai penguat rasa dianggapnya kurang. Jadi itu balik lagi ke kebiasaan, camilan sehat itu bisa apa saja dari bahan alamiah pun oke," katanya.




(MEL)