Kemiskinan Bisa Picu Risiko Kanker Payudara

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 24 Aug 2017 09:45 WIB
kanker
Kemiskinan Bisa Picu Risiko Kanker Payudara
Faktor lain yang tak bisa diubah adalah ukuran payudara dimana wanita yang berukuran payudara lebih besar cenderung memiliki kemungkinan terkena kanker payudara. (Foto: Allef Vinicius/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita wanita. Ada berbagai macam faktor risiko mengapa seseorang bisa terkena penyakit tersebut.

Dalam pemaparan yang diberikan oleh Prof. DR. dr. Aru Wisaksono, SpPD-KHOM selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), faktor risiko terbagi menjadi dua jenis yaitu bisa diubah dan tak bisa diubah.

Salah satu penyebab kanker payudara yang tak bisa diubah adalah penuaan dimana pertambahan usia seseorang membuat kemampuan menangkal sel berbahaya semakin rendah.

Faktor ras dan suku bangsa juga turut ambil bagian dalam memicu kanker, meskipun untuk ras di Indonesia belum ada penelitian yang membuktikan. Namun beberapa penelitian luar negeri menemukan bahwa ras kulit hitam berpeluang terkena kanker tersebut dibandingkan kulit putih.

Selain itu, faktor finansial juga turut berpengaruh dalam menimbulkan kanker secara umum pada tubuh seseorang.


(Konferensi pers Betadine Retro Run 2017, Rabu (23/8/2017). Foto: Dok. Metrotvnews.com/Yanti)

(Baca juga: Rofifah, Penderita Kanker yang Bertahan karena Dukungan Ibu)

"Hal ini dapat dilihat dari makanan yang dikonsumsi. Misalnya, saus yang dimakan biasanya terbuat dari tomat, ubi, pepaya, ekstrak tomat, dan zat pewarna. Kenapa? Karena mereka tak mampu membeli saus dengan kualitas baik," demikian menurut Prof. Aru dalam konferensi pers Betadine Retro Run 2017, Rabu 23 Agustus 2017.

Artinya, pola makan yang tak sehat dan mengandung bahan kimia tersebut dapat membuat risiko kanker berbahaya tersebut semakin besar.

Faktor lain yang tak bisa diubah adalah ukuran payudara dimana wanita yang berukuran payudara lebih besar cenderung memiliki kemungkinan terkena kanker payudara. Demikian juga dengan mereka yang mengalami haid pertama pada usia di bawah 12 tahun.

Sementara itu, beberapa faktor pemicu lain yang bisa diubah adalah usia kehamilan yang terlalu muda, selain melakukan gaya hidup sehat dan rajin berolahraga.

"Program pemerintah yang menentukan batas usia minimal menikah tak hanya membantu menekan populasi, namun juga baik dari segi kesehatan untuk mengurangi risiko kanker payudara," pungkasnya. Ditambah lagi, ibu yang menyusui anak selama lebih dari dua tahun juga memiliki risiko terkena kanker payudara lebih sedikit. 











(TIN)