6 Faktor Risiko Stroke pada Wanita

Torie Natalova    •    Selasa, 27 Dec 2016 12:02 WIB
stroke
6 Faktor Risiko Stroke pada Wanita
(Foto: Prevention)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyakit stroke semakin rentan mengintai kaum wanita. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology menemukan, kualitas hidup wanita pascastroke lebih buruk dibandingkan pria.

Hormon wanita, kehamilan, persalinan, serta faktor-faktor spesifik gender lainnya menempatkan wanita pada risiko lebih tinggi terhadap terjadinya penyumbatan yang berakibat fatal terhadap otak.

Berikut ini beberapa faktor risiko stroke pada wanita, dan cara mengatasinya.

1. Preeklamsia

Kondisi ini merupakan faktor risiko yang signifikan terjadi selama dan setelah kehamilan. Wanita yang mengalami hipertensi sebaiknya mengambil dosis obat hipertensi terendah sejak minggu ke-12 kehamilan hingga melahirkan. Dokter akan memberikan Anda obat hipertensi yang aman selama hamil.

Apabila Anda mengalami preeklamsia selama kehamilan, Anda berisiko tinggi terkena hipertensi dan stroke. Jika konsumsi kalsium kurang dari 600 mg per hari, ada baiknya mencukupinya dengan suplemen.

2. Kontrasepsi oral

Minum pil KB menempatkan Anda pada risiko stroke. Inilah mengapa Anda harus memonitor tekanan darah sebelum minum pil KB. Selain minum pil KB, wanita yang merokok berisiko besar mengalami serangan jantung dan stroke.

3. Hormon Replacement Therapy (HRT)

Penelitian menunjukkan bahwa HRT dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular. Ini menegaskan bahwa terapi tersebut tidak boleh digunakan untuk mencegah stroke pada wanita.

4. Migrain


Wanita empat kali lebih mungkin mengalami migrain dibandingkan pria. Migrain dengan aura didefinisikan sebagai sakit kepala migrain yang diiringi gangguan visual, keselemutan unilateral, kesemutan sensasi atau mati rasa, dan kesulitan berbicara yang mendahului rasa sakit kepala.
Segera konsultasikan dengan dokter Anda tentang migrain yang diderita. Sebab, migrain intensitas tinggi seringkali berhubungan dengan stroke.

5. Atrial Fibrillation

Ini merupakan masalah irama jantung yang paling umum dan faktor risiko utama untuk stroke. Seiring bertambahnya usia wanita, risiko gangguan detak jantung ini semakin meningkat. Segera temui dokter jika Anda mengalami detak jantung yang cepat, detak yang tidak teratur atau hal lain yang tidak biasa. Mengontrol detak jantung dapat menurunkan risiko stroke.

6. Tekanan darah tinggi

Darah tinggi dan stroke memiliki kaitan yang sangat erat. Menurunkan tekanan darah membantu menurunkan risiko stroke. Gaya hidup sehat seperti makan makanan bergizi dan olahraga dapat membantu menstabilkan tekanan darah.

Olahraga rutin, tidak merokok, konsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, minyak zaitun dan lemak jenuh rendah juga dapat menurunkan risiko stroke. Analisis terbaru yang dipublikasikan dalam The American Journal of Medicine menemukan bahwa diet makanan seimbang dapat mengurangi faktor risiko penyakit kardiovaskular dibanding diet yang fokus pada makanan rendah lemak saja.

Selain itu, International Stroke Conference 2014 menemukan, latihan atau olahraga intensitas sedang seperti jalan cepat dikaitkan dengan 20 persen penurunan risiko stroke.






(DEV)