Tambahan Antibiotik Bantu Kurangi Infeksi Setelah Melahirkan Caesar

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 07 Oct 2016 13:13 WIB
studi kesehatan
Tambahan Antibiotik Bantu Kurangi Infeksi Setelah Melahirkan Caesar
Studi menemukan bahwa tambahan antibiotik azitromisin dapat membantu mengurangi infeksi pada wanita yang melahirkan secara caesar. (Foto: 4.bp.blogspot)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa tambahan antibiotik azitromisin dapat membantu mengurangi infeksi pada wanita yang melahirkan secara caesar.

Studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine tersebut menunjukkan tambahan dosis 500 mg azitromisin selama proses operasi, juga dapat mengurangi penggunaan sumber pelayanan kesehatan secara signifikan, termasuk kunjungan gawat darurat dan kunjungan klinik.

"Infeksi selama kehamilan dan periode setelah kehamilan adalah masalah kesehatan utama bagi ibu dan bayi, dan penyebab kematian secara umum," Alan T. N. Tita, Peneliti, Universitas Alabama Birmingham, Amerika Serikat. 

(Baca juga: Antibiotik dan Persalinan Caesar Pengaruhi Pertumbuhan Bakteri Usus)

Wanita yang melahirkan caesar memiliki risiko infeksi yang lebih signifikan dibandingkan mereka yang melahirkan normal. 

"Ketika grup kami mengembangkan ide bahwa antibiotik kedua dapat membantu mengurangi risiko, kami menemukan dimana para pasien yang kemungkinan mengalami pecah ketuban sebelum saatnya (prematur) dan menerima dua antibiotik, dapat membantu mengurangi infeksi," tambah Tita. 

Penelitian tersebut melibatkan 2.013 wanita yang telah hamil selama lebih dari 24 pekan dan menjalani persalinan secara caesar setelah selaput ketubannya pecah. 

Ada grup yang menerima regimen antibiotik standar untuk mencegah infeksi, sementara lainnya menerima tambahan azitromisin.

"Hasil ini cukup penting, mengingat angka kematian ibu terus meningkat dan ada kebutuhan mendesak untuk melakukan terapi untuk mengurangi komplikasi serius yang berujung pada kematian maternal," ujar ma Reddy, direktur pelaksana The Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development (NICHD).

Para peneliti mengungkapkan bahwa frekuensi endometritis, infeksi pada lapisan rahim, dan luka caesar mengalami penurunan sebesar 50 persen pada wanita yang menerima azitromisin ajuvan, dibandingkan dengan wanita yang menerima standar antibiotik tunggal.

Bayi-bayi dengan azitromisin tambahan tidak memiliki peningkatan risiko efek samping. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa manfaat yang terkait dengan azitromisin ajuvan, konsisten di beberapa sub kelompok pasien. Sementara, tambahan azitromisin tidak menimbulkan efek samping pada bayi yang dilahirkan.







(TIN)