Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Anda Bahagia

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 03 Jul 2018 18:01 WIB
kesehatan mental
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Anda Bahagia
(Foto: via Penaprium)

Jakarta: Terdapat berbagai refleks yang merupakan respons tubuh terhadap kebahagiaan seperti air mata, euforia, dan rasa puas yang mendalam.

Pada tingkat ilmiah, kebahagiaan terjadi lantaran neurotransmitter, sel pengirim pesan mengirimkan sinyal ke saraf (neuron) dan sel tubuh lainnya. 

Neurotransmiter tersebut bertanggung jawab untuk proses dan perasaan di hampir setiap aspek tubuh, dari aliran darah ke pencernaan.

Berikut adalah cara kebahagiaan mengalir ke seluruh tubuh, seperti dilansir Healthline. 

1. Otak 

Setiap emosi yang dirasakan dipengaruhi oleh otak dan sebaliknya.

"Otak tidak memiliki pusat emosional tunggal, tetapi emosi yang berbeda melibatkan struktur yang berbeda," jelas Diana Samuel, MD, asisten profesor psikiatri klinis di Columbia University Medical Center.

Misalnya, dia menjelaskan, lobus frontal (umumnya dikenal sebagai "panel kontrol" otak) memonitor keadaan emosi, sementara thalamus (pusat informasi yang mengatur kesadaran) berpartisipasi dalam bagaimana respons emosional dieksekusi.

Kita merasakan kegembiraan di dalam tubuh kita karena pelepasan dopamin dan serotonin, dua jenis neurotransmiter di otak. Kedua bahan kimia tersebut sangat berkaitan dengan kebahagiaan.

Jadi, ketika seseorang merasa bahagia, otak menerima sinyal untuk melepaskan bahan kimia ini ke dalam sistem saraf pusat (yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang). Hal tersebut kemudian menyebabkan reaksi dalam sistem tubuh lainnya.

2. Sistem peredaran darah 

Pernah memperhatikan bahwa ketika Anda merasa sangat senang, wajah Anda memerah atau jantung Anda berdetak kencang?

"Rasa aneh di perut, ekspresi wajah, bahkan perubahan suhu jari... semua ini bergantung pada emosi Anda. Efek pada sistem peredaran darah dapat hadir dengan cara yang berbeda secara fisik," terang Dr Samuel.

Sistem peredaran darah terdiri dari jantung, pembuluh darah, pembuluh darah, darah, dan getah bening. Tentu saja, kegembiraan bukan satu-satunya emosi yang memengaruhi sistem tersebut. Ketakutan, kesedihan, dan emosi lainnya dapat menyebabkan reaksi di bagian tubuh tersebut juga.

3. Sistem saraf otonom 

Sistem saraf otonom adalah sistem tubuh yang bertanggung jawab untuk semua hal yang dilakukan tubuh tanpa sadar seperti pernapasan, pencernaan, dan pelebaran pupil.

Misalnya, pernapasan dapat meningkat ketika Anda melakukan sesuatu yang sangat menyenangkan (seperti menaiki roller coaster) atau memperlambat ketika Anda berpartisipasi dalam aktivitas yang lebih santai dan menyenangkan (seperti berjalan di hutan).

Aspek otonom lain yang dapat dipengaruhi oleh emosi ini adalah air liur, berkeringat, suhu tubuh, dan bahkan metabolisme. Setiap jenis gairah emosional juga dapat memengaruhi otot polos yang terletak di dinding organ berongga seperti perut, usus, dan kandung kemih.

Otot-otot tidak sadar ini bertanggung jawab untuk hal-hal seperti aliran darah dan pergerakan makanan melalui saluran pencernaan sehingga bisa menjadi alasan mengapa nafsu makan meningkat atau melambat ketika merasakan emosi positif.





(DEV)