Terapi Gabungan Kognitif dan Tubuh Bantu Kurangi Kecemasan pada Remaja

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 28 Jul 2018 19:14 WIB
kesehatan
Terapi Gabungan Kognitif dan Tubuh Bantu Kurangi Kecemasan pada Remaja
Terapi Gabungan Kognitif dan Tubuh Bantu Kurangi Kecemasan pada Remaja (Foto: shutterstock)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa selain terapi kognitif, beberapa kegiatan lain seperti  biofeedback, yoga dan hipnosis dapat membantu menurunkan gejala kecemasan pada remaja.

Para peneliti di Wolters Kluwer Health menyatakan bahwa perawatan yang direkomendasikan saat ini untuk kecemasan remaja yaitu terapi perilaku kognitif dan obat-obatan antidepresan memiliki keterbatasan penting.

Kecemasan dan ketakutan adalah reaksi khas terhadap tantangan akademik, sosial, dan perkembangan yang umum terjadi selama masa remaja.

Kecemasan klinis atau patologis bersifat berlebihan, persisten dan mengganggu. Sementara kecemasan sering bersifat situasional dan terbatas waktu, banyak remaja mengalami kecemasan kronis yang berlangsung enam bulan atau lebih lama.

Terapi pikiran-tubuh meliputi pengaturan diri dan pemikiran positif membantu mempromosikan pengendalian diri, kesehatan fisik, dan kesejahteraan emosional.

Teknik 'biofeedback' memungkinkan individu untuk meningkatkan kesadaran diri dan kontrol fisik melalui umpan balik pada tindakan biologis sedangkan teknik 'mindfulness' yang terdapat dalam yoga menggabungkan aspek meditasi, pemindaian tubuh.

Terapi-terapi ini juga dapat membantu memenuhi "kebutuhan mendesak" untuk strategi kesehatan mental yang terjangkau dan mudah diakses dalam perawatan primer pediatrik.

Tetapi mereka mencatat beberapa hambatan yang terus-menerus untuk mengintegrasikan obat tubuh-pikiran dalam perawatan primer, termasuk hambatan tepat waktu, keuangan, dan dukungan administratif.

Temuan itu dipublikasikan dalam Journal of The Nurse Practitioner.

 


(ELG)