Apakah Susu Skim Pengaruhi Manfaat Susu Secara Umum?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 12 Sep 2018 15:54 WIB
perkembangan anak
Apakah Susu Skim Pengaruhi Manfaat Susu Secara Umum?
apakah jenis susu tertentu memengaruhi nutrisi di dalamnya? Berikut ini informasi lengkapnya. (Foto: Monika Grabkowska/Unsplash.com)

Jakarta: Susu memiliki banyak manfaat untuk tubuh, terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan. Namun, apakah jenis susu tertentu memengaruhi nutrisi di dalamnya?

Seperti diketahui, susu sangat berpengaruh pada pertumbuhan tulang di mana pada usia pertumbuhan dapat meninggikan badan. 

Di satu sisi, salah satu jenis susu yang menjadi pilihan banyak orang adalah susu skim yang memiliki kandungan rendah lemak. Lalu, apakah hal tersebut berpengaruh secara signifikan?

"Tetap dapat meninggikan badan karena masih ada kandungan lainnya seperti asam amino, vitamin, dam mineral yang berguna untuk tubuh," tukas pakar gizi Prof. Hardinsyah, MS dalam temu media, Rabu 12 September 2018. 

Selain itu, jenis susu whey dan kasein juga memiliki manfaat serupa, yaitu mendukung pertumbuhan linear, di mana peran hormon pertumbuhan juga berpengaruh. 


(Seperti diketahui, susu sangat berpengaruh pada pertumbuhan tulang di mana pada usia pertumbuhan dapat meninggikan badan. Foto: Al Hakiim/Unsplash.com)

(Baca juga: Pada Usia Berapa Susu UHT Aman untuk Anak?)

Prof. Hardinsyah juga menyebutkan bahwa selain pertumbuhan, susu juga dapat membantu mengembangkan kecerdasan anak saat berada pada usia emas, yaitu sebelum berusia 2 tahun. 

Oleh karena itu, pemberiam susu setelah masa ASI ekslusif (bayi berusia 6 bulan) sangat dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

"Pemberian susu adalah alternatif pemenuhan kebutuhan gizi untuk pertumbuhan dam perkembangan secara optimal," tegasnya. 

Data USDA Foreign Agricultural Service tahun 2014 menyebutkan bahwa konsumsi susu per kapita di Indonesia hanya 13,4 liter. Angka tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya seperti Brunei Darussalam (129,1 L), Malaysia (50,9 L), dan Singapura (46,1 L).





(TIN)