Kelebihan Berat Badan Sebabkan Wanita Sulit Hamil?

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 09 Jan 2018 06:00 WIB
kesehatan
Kelebihan Berat Badan Sebabkan Wanita Sulit Hamil?
(Ada begitu banyak faktor pendukung yang harus diperhatikan wanita jika ingin hamil, diantaranya yaitu berat badan (Body Mass Index/BMI). (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Ada begitu banyak faktor pendukung yang harus diperhatikan wanita jika ingin hamil, diantaranya yaitu berat badan (Body Mass Index/BMI). Pasalnya, BMI tidak normal atau kelebihan berat badan merupakan salah satu penghambat kehamilan.

Mungkin muncul pertanyaan bagaimana bisa kelebihan berat badan menghambat kehamilan? Jawabannya adalah kelebihan berat badan bisa mempengaruhi pola hormon dan ovulasi Anda.

Menurut National Health Service (NHS), berat badan ideal menunjang kehamilan antara 18,5 hingga 24,9 BMI. Jika BMI diatas 25 atau lebih atau masuk kedalam kategori obesitas, kesempatan Anda untuk hamil menurun.


(Ada begitu banyak faktor pendukung yang harus diperhatikan wanita jika ingin hamil, diantaranya yaitu berat badan (Body Mass Index/BMI). Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Tips Agar Cepat Hamil)

Sebuah penelitian di Belanda di tahun 2008 menemukan, kesuburan wanita yang nilai BMI di atas 29, kemungkinan kehamilan turun 4 persen. 

Penelitian juga menunjukkan, wanita yang memiliki berat badan ideal hanya menunggu tiga bulan mewujudkan impian agar bisa hamil. Berbeda dengan calon ibu yang memiliki kelebihan berat badan, setidaknya butuh waktu delapan bulan agar impian agar bisa hamil.

Selain sulit hamil, kelebihan berat badan juga tidak baik bagi Anda dan bayi, diantaranya meningkatkan risiko diabetes gestasional yang berkaitan dengan berat badan bayi, mempersulit proses persalinan risiko tekanan darah tinggi lebih tinggi, pre-eklampsia dan pembekuan darah.

"Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang ibunya kelebihan berat badan selama kehamilan cenderung kelebihan berat badan sendiri, dan memiliki risiko lebih tinggi terhadap kondisi kesehatan serius di kemudian hari seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker," kata Helena Gibson-Moore, ilmuwan nutrisi dan juru bicara British Nutrition Foundation.









(TIN)