Studi: Konsumsi Putih Telur dan Kacang-kacangan Selama Hamil Tingkatkan IQ Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 05 Jan 2018 16:45 WIB
studi kesehatan
Studi: Konsumsi Putih Telur dan Kacang-kacangan Selama Hamil Tingkatkan IQ Anak
Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa konsumsi beberapa jenis makanan pada kehamilan trimester ketiga dapat meningkatkan IQ bayi. (Foto: Eduardo Roda Lopes/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa konsumsi beberapa jenis makanan pada kehamilan trimester ketiga dapat meningkatkan IQ bayi. 

Menurut para peneliti, beberapa makanan seperti putih telur, daging merah tanpa lemak, ikan, unggas, kacang polong, kacang-kacangan, dan sayuran silangan dapat meningkatkan fungsi kognitif pada bayi dalam kandungan. 

Para peneliti dari Cornell University menunjukkan adanya perkembangan otak prenatal dan kognitif pada bayi dalam kandungan jika bumil mengonsumsi sekitar dua porsi dari kolin selama trimester ketiga setiap hari. 

Seperti dilansir dari Thehealthsite.com, peneliti pertama Marie Caudill menjelaskan bahwa pada model hewan yang menggunakan tikus, memberikan suplemen kehamilan sebagai tambahan dapat memberikan manfaat fungsi kognitif pada keturunan. 


(Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa konsumsi beberapa jenis makanan pada kehamilan trimester ketiga dapat meningkatkan IQ bayi. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Kebutuhan Air Bagi Ibu Hamil)

Tim tersebut menguji 26 calon ibu dan secara acak membagi mereka dalam dua kelompok. Sebagian dari mereka menerima 480 mg kolin per hari, di mana jumlah tersebut cukup signifikan dibandingkan dengan kelompok satu lagi yang menerima 930 mg/hari. 

Kemudian, para peneliti menguji kecepatan pemrosesan informasi dan memori visuospatial bayi pada usia 4, 7, 10 dan 13 bulan untuk mengukur IQ di masa kanak-kanak.

Mereka memeriksa berapa lama setiap bayi mengambil untuk melihat gambar di pinggiran layar komputer, ukuran waktu yang dibutuhkan untuk memberi isyarat untuk menghasilkan respons motorik. 

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kecepatan pemrosesan informasi secara signifikan lebih cepat untuk kelompok wanita yang mengonsumsi 930 mg/hari bila dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi 480 mg/hari selama periode yang sama.











(TIN)