Leukemia Paling Banyak Menyerang Anak-anak

   •    Kamis, 15 Feb 2018 11:09 WIB
kankerleukimia
Leukemia Paling Banyak Menyerang Anak-anak
Ilustrasi. (Thinkstock)

Jakarta: Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang paling banyak membunuh manusia di dunia. Jumlahnya pun terus bertambah.

World Health Organization (WHO) menyebut pada akhir 2015 jumlah penderita kanker di seluruh dunia mencapai 14,1 juta orang dan 4 persen di antaranya diderita oleh anak-anak.

Dari data itu, 80 persen anak yang didiagnosa kanker berasal dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Setiap tahun 100-130 kasus kanker ditemukan pada setiap satu juta anak. 

Bahkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan menunjukkan angka kejadian kanker pada anak usia 0-14 tahun di Indonesia mencapai lebih dari 16 ribu kasus. Umumnya, pasien yang datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam kondisi stadium lanjut.

Dokter Anak Edi Setiawan Tehuteru mengatakan dari sekian banyak kasus kanker di seluruh dunia, kanker darah atau leukemia adalah kanker yang paling banyak diderita anak-anak. 

"Tidak hanya di Indonesia leukemia juga paling banyak dialami anak di seluruh dunia. Nomor dua di dunia adalah kanker otak sementara di Indonesia kanker bola mata atau retinoblastoma," katanya, dalam Selamat Pagi Indonesia, Kamis, 15 Februari 2018.

Edi mengatakan berbagai literatur menyebutkan hingga saat ini penyebab kanker tidak diketahui. Bahkan di masa lalu anggapan bahwa orang yang tinggal di kawasan saluran udara tegangan ekstra tinggi (sutet) yang secara teori dapat berisiko mengalami leukemia tak terbukti.

Gejala leukemia bisa ditandai dengan kondisi pucat, demam, pendarahan yang tak diketahui sebabnya, nyeri tulang, hingga pembengkakan perut. Berdasarkan hasil Riskesdas 2013, setiap 2 hingga 3 per 100.000 anak mengalami leukemia. 

Bicara leukemia, kata Edi, kanker jenis ini menyerang sum-sum tulang anak. Tempatnya di tengah tulang, di 'pabrik' pembuatan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

"Permasalahan muncul saat sel darah putih ini diperangi sel kanker dan hampir 50 persen pasien yang datang ke RS sudah dalam stadium lanjut," ungkap Edi.




(MEL)