Cuaca Dingin Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Raka Lestari    •    Kamis, 16 Nov 2017 18:20 WIB
Cuaca Dingin Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
Musim dingin sangat rentan bagi penderita penyakit jantung (Foto: Heartline)

Jakarta: Perubahan cuaca berdampak pada tubuh dan pikiran. Dr Albert Ahn, instruktur klinis dari pengobatan internal di NYU Langone Health, perubahan cuaca harus menjadi perhatian khusus agar tubuh tetap sehat.

Berikut beberapa perubahan yang terjadi ketika suhu udara menurun.

1. Lebih mudah lapar

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat metabolisme sedikit meningkat pada suhu yang lebih dingin. Menurut Ahn, ini yang membuat Anda menjadi mudah lapar. Namun, meski metabolisme meningkat, orang tetap saja sulit menurunkan berat badan pada musim dingin.

2. Wajah menjadi kemerahan

Jika hidung atau pipi Anda terlihat kemerahan setelah berada di luar rumah saat cuaca dingin, hal ini karena darah disekitar area tersebut dialihkan ke area yang lebih vital seperti jantung atau paru-paru. Saat tubuh Anda sudah kembali hangat, darah akan kembali ke tempat sebelumnya.

3. Memiliki risiko besar terhadap serangan jantung

Biasanya ini dialami oleh orang-orang yang sudah tua, atau yang memiliki penyakit jantung, kata Ahn. "Saat tubuh mencoba untuk mempertahankan panas, hal tersebut juga meningkatkan tekanan pada jantung. Sehingga jantung harus bekerja keras untuk mengalirkan darah ke kaki dan tangan. Hal itu juga dapat meningkatkan tekanan darah."

4. Mengalami penurunan suasana hati

Penurunan suhu berarti lebih sedikit cahaya matahari pada pagi dan siang hari. "Kekurangan vitamin D bisa menyebabkan penurunan suasana hati," kata Ahn. Kondisi kesehatan mental yang berhubungan dengan depresi paling sering dikaitkan dengan bulan-bulan musim dingin.


(DEV)