MSG Menurunkan Kecerdasan, Benarkah?

   •    Senin, 26 Mar 2018 17:00 WIB
kesehatan
MSG Menurunkan Kecerdasan, Benarkah?
Ilustrasi. (Thinkstock)

Jakarta: Bagi sebagian orang, makanan mengandung monosodium glutamat (MSG) atau dikenal dengan sebutan vetsin kerap menimbulkan rasa tidak nyaman termasuk pusing dan mual. Namun dapat dipastikan hal ini tidak akan dialami oleh semua orang.

Dokter Spesialis Gizi Della Manik Worowerdi mengatakan keluhan semacam itu sudah dilaporkan sejak 40 tahun lalu. Orang mengenalnya dengan nama chinese restaurant syndrome atau keluhan yang diduga akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung MSG.

"Tapi keluhan ini hanya bersifat individual artinya hanya dialami oleh beberapa orang saja, terutama mereka yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap zat aditif," katanya, dalam Metro I-Care, Minggu, 26 Maret 2018.

Meski dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh, Della mengatakan belum ada penelitian yang menyebut MSG dapat mengganggu fungsi otak terutama yang kaitannya dengan penurunan kecerdasan.

Ia mengatakan pengujian kandungan MSG memang pernah dilakukan tetapi dengan medium tikus coba bukan pada manusia. Metodologinya pun dengan cara disuntikkan bukan melalui oral dengan dosis 130 kali lebih besar ketimbang batasan konsumsi pada manusia.

"Dan ini benar menimbulkan kerusakan pada otak tapi penelitian pada manusia sampai saat ini belum ada. Karena glutamat akan diolah menjadi energi dan tidak akan masuk ke dalam otak karena ada sawar darah otak," katanya.

Pun dengan mitos bahwa ibu hamil dan anak-anak tidak disarankan mengonsumsi makanan mengandung MSG, kata Della, tak selalu benar.

Menurut Della konsumsi MSG pada ibu hamil tidak memberikan dampak buruk pada ibu dan janin. Yang perlu diingat dan jadi pertimbangan hanyalah kandungan garam dalam MSG yang perlu dibatasi pada ibu hamil.

"Karena kalau asupan garam berlebih akan meningkatkan risiko pada ibu hamil ini. Rasa enak juga membuat orang ingin makan lebih banyak, tanpa sadar asupan kalorinya tentu melebihi kebutuhan per hari. Ini yang lama kelamaan menimbulkan masalah kesehatan, salah satunya obesitas," jelas Della.




(MEL)