Manfaat Menjadi Dermawan bagi Kesehatan Tubuh

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 05 Nov 2017 08:33 WIB
psikologi
Manfaat Menjadi Dermawan bagi Kesehatan Tubuh
Membantu orang lain, meskipun untuk hal kecil, dapat memperpanjang usia. (Foto: Rémi Walle/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tagar #GivingTuesday yang bermakna tentang bersedekah atau berbuat baik pada orang lain sempat ramai di dunia global. Kampanye tersebut mengajak para warganet untuk berdonasi atau menjadi relawan untuk tempat penampungan lokal. 

Tak hanya untuk mental, ternyata bersedekah juga memberi efek positif pada tubuh. Berikut adalah beberapa dampak positif menjadi dermawan pada fisik. 

1. Menurunkan tekanan darah
Membantu teman atau keluarga dapat membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Sebuah studi tahun 2006 dalam International Journal of Psychophysiology menemukan bahwa partisipan yang memberikan dukungan sosial pada orang dalam lingkungan mereka memiliki tekanan darah dan pembuluh darah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukan hal serupa. Selain itu, mereka yang didukung cenderung akan melakukan hal serupa pada kita. 

(Baca juga: Problematika Psikologis Generasi Milenial)



2. Mengurangi stres
Sebuah studi dari Queensland University of Technology yang dipublikasi dalam PLOS One menyebutkan bahwa menjadi pelit dapat meningkatkan stres. Penelitian tersebut meminta 156 peserta untuk melakukan tawar-menawar dan membagi uang. 

Dengan menggunakan monitor pengukur detak jantung, mereka menemukan bahwa partisipan yang memberikan tawaran rendah (dibawa 40 persen dari total) memiliki detak jantung dan tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang membuat tawaran lebih tinggi. 

Bukti lain, sebuah studi dari Journal of Health Psychology menemuka bahwa mereka yang tak memutuskan untuk memberikan uang pada pasangan mereka dalam sebuah permainan tawar-menawar merasa lebih malu dan memiliki tingkat hormon stres kortisol lebih tinggi. 

3. Memperpanjang usia
Membantu orang lain, meskipun untuk hal kecil, dapat memperpanjang usia. Sebuah studi tahun 2013 yang melibatkan 846 orang menemukan bahwa mereka yang membantu orang lain dengan menjalankan tugas atau melakukan tugas cenderung terlindungi dari dampak negatif stres. 

Meskipun stres tidak berhubungan dengan peningkatan risiko kematian, studi tersebut menunjukkan bahwa partisipan yang tak senang membantu orang lain memiliki risiko kematian 30 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang dermawan. 

4. Meningkatkan suasana hati
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa memberikan uang membuat seseorang merasa seperti mendapatkan uang. Studi tahun 2007 tersebut menggunakan teknologi gambar otak pada 19 wanita untuk melihat bagaimana sebuah area otak diaktifkan ketika mereka memberi atau menerima USD 100 ke bank makanan lokal. Hasilnya, bagian otak yang mengatur kesenangan memberikan efek yang sama pada kedua aktivitas tersebut, bahkan semakin tinggi ketika menyumbangkannya sebagai amal. 








(TIN)