Studi: Melahirkan Saat Remaja Tingkatkan Risiko Gangguan Kardiovaskular

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 03 Nov 2017 16:05 WIB
kesehatan jantung
Studi: Melahirkan Saat Remaja Tingkatkan Risiko Gangguan Kardiovaskular
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang pertama kali melahirkan pada usia belasan tahun cenderung memiliki risiko penyakit jantung dan pembuluh darah lebih besar saat berusia tua. (Foto: Olliss/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang pertama kali melahirkan pada usia belasan tahun cenderung memiliki risiko penyakit jantung dan pembuluh darah lebih besar saat berusia tua. 

Penemuan tersebut menunjukkan bahwa wanita yang melahirkan pertama kali sebelum berusia 20 tahun memiliki nilai Framingham Risk Score lebih tinggi, sebuah ukuran yang digunakan untuk mengestimasi risiko cardiovaskular 10 tahun ke depan. 

Sebaliknya, wanita yang melahirkan pertama kali di usia yang lebih tua memiliki risiko penyakit yang lebih rendah. Risiko kardiovaskular terlihat paling rendah pada mereka yang tak pernah melahirkan. 

"Ibu remaja mungkin perlu lebih memperhatikan faktor gaya hidup yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk mengatur berat badan sehat dan aktivitas fisik cukup," ujar pemimpin studi Catherine Pirkle, asisten profesor di University of Hawaii. 

(Baca juga: Makanan Sehat untuk Jantung Sehat)



"Para dokter perlu memberi perhatian khusus terkait karakteristik reproduksi wanita, dan melakukan skrining intensif pada risiko penyakit kardiovaskular pada wanita yang melahirkan di usia dini."

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association tersebut meneliti 1.047 wanita berusia 65-74 tahun dari Kanada, Albania, Colombia dan Brasil. 

Namun, penemuan tersebut perlu dikonfirmasi karena berdasarkan pada laporan pribadi terkait riwayat melahirkan yang bisa saja dipengaruhi oleh kepikunan di usia tua, meskipun para partisipan telah melakukan tes demensia. 

Selain itu, banyak ibu muda dari negara miskin yang kemungkinan tak bisa bertahan hingga berusia 64-75 tahun dalam studi, sehingga membatasi kekuatan hasil. 

"Jika melahirkan saat remaja meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, maka studi kami memperkuat kebutuhan untuk memastikan remaja perempuan mendapatkan pendidikan seksual yang cukup dan akses terhadap kontrasepsi untuk menghindari melahirkan saat remaja," papar Pirkle. 











(TIN)